Agrowisata Pakuwon Pajambon: Wisata Hits Penggerak Ekonomi Warga!
KUNINGANSATU.COM,- Agrowisata Pakuwon di Desa Pajambon, Kecamatan Kramatmulya Kuningan, kini menjadi salah satu penggerak ekonomi baru bagi masyarakat. Dibangun bertahap sejak 2023 dan mulai populer pada akhir 2024, kawasan ini memberikan manfaat ekonomi langsung bagi warga sekitar.
Kepala Desa Pajambon, Nani Ariningsih, saat di wawancara di argowisata pakuwon pada hari Rabu (3/12/25) menjelaskan bahwa sebelum menjadi destinasi wisata, lahan seluas 1.400 meter persegi itu hanya dimanfaatkan oleh dua keluarga penyewa. Kini, sedikitnya 13 keluarga terlibat sebagai pengelola agrowisata dan merasakan peningkatan pendapatan setiap harinya.
“Dulu manfaatnya sangat terbatas. Sekarang banyak warga ikut merasakan keuntungan. Kami ingin pemerataan ekonomi benar-benar terjadi,” ujar Nani.
Salah satu fokus utama Agrowisata Pakuwon adalah pengembangan komoditas jambu, yang selama ini dihargai rendah di tingkat petani meski biaya perawatannya tinggi. Petani harus membungkus buah sejak kecil, mencuci plastik untuk digunakan kembali, hingga melakukan penyiangan yang cukup menguras tenaga. Kondisi itu pernah membuat sebagian petani enggan merawat kebun jambu.
Namun sejak jambu dijadikan daya tarik wisata di mana pengunjung dapat memetik langsung dari pohonnya nilai jual meningkat dan petani kembali bersemangat mengelola kebun.
“Lewat agrowisata, jambu punya nilai lebih. Petani kini lebih termotivasi,” kata Nani.
Selain jambu, desa juga mengembangkan komoditas kopi Arabika dan Robusta. UMKM lokal, termasuk Kedai Kopi Uwa, turut hadir meramaikan area wisata dan menambah variasi ekonomi warga.
Dampak ekonomi juga dirasakan oleh pedagang kecil dan pelaku jasa. Lela (33), pedagang di kawasan wisata, mengaku penjualannya meningkat signifikan sejak Pakuwon ramai dikunjungi.
“Kalau akhir pekan, alhamdulillah ramai. Jualan lebih cepat habis dibanding sebelum ada wisata,” ujarnya.
Peningkatan pendapatan juga dirasakan para tukang ojek lokal yang banyak mengantar pengunjung menuju lokasi.
Dengan tiket masuk Rp5.000 pada hari biasa dan Rp7.000 saat akhir pekan, Agrowisata Pakuwon mampu menarik wisatawan dari Kuningan maupun luar daerah seperti Cirebon, Indramayu, hingga Jakarta. Keramaian ini menciptakan efek ekonomi berantai yang menguntungkan banyak pihak.
Tak hanya memberi manfaat langsung bagi warga, aktivitas wisata juga mulai meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) melalui kontribusi tiket, parkir, dan transaksi UMKM. Pendapatan tersebut digunakan kembali untuk menunjang pembangunan tahap berikutnya.
Meski demikian, agrowisata ini masih menghadapi kendala utama berupa keterbatasan lahan parkir . Untuk saat ini parkir roda 4 di halaman masjid dan bisa melanjutkan menggunakan jasa ojek lokal untuk mencapai lokasi.
Nani menegaskan bahwa tujuan Agrowisata Pakuwon bukan sekadar menghadirkan destinasi, melainkan membangun sistem ekonomi yang merata bagi seluruh warga Pajambon.
“Kami ingin semua warga merasakan manfaatnya, bukan hanya segelintir. Agrowisata ini kami hadirkan untuk membuka pintu rezeki bagi banyak orang,” tegasnya.















