Pesan Kajari di Rakor MBG Bikin Deg-Degan: Jangan Sampai Bertemu Melalui Surat Panggilan!

KUNINGANSATU.COM,- Suasana Rapat Koordinasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tingkat Kabupaten Kuningan yang dipimpin Bupati Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., Kamis (2/10/2025), mendadak serius ketika Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kuningan, Ikhwanul Ridwan Saragih, S.H., menyampaikan pesan tegas yang membuat suasana rakor mendadak hening.

Kajari menegaskan, dana MBG adalah uang negara yang harus dikelola secara transparan, benar, dan dapat dipertanggungjawabkan. Ia mengingatkan jangan sampai ada pihak yang bermain-main dengan anggaran.

“Gunakanlah dana ini dengan sebaik-baiknya. Dana ini bukan milik Kajari, bukan milik Bupati, tetapi ini adalah uang negara yang harus dipertanggungjawabkan. Saya mendapat informasi bahwa harga per porsi untuk anak-anak kita telah ditetapkan sebesar Rp10.000. Jika memang demikian, maka laksanakanlah sesuai ketentuan. Jangan sampai harga Rp10.000 dibayarkan hanya Rp8.000. Saya akan menelusuri dan mengumpulkan datanya, karena ini menyangkut hak anak-anak kita,” tegasnya.

Peringatan paling menohok dilontarkan Kajari saat ia menyinggung risiko hukum bila ada penyimpangan. Kalimatnya membuat suasana rakor seketika hening.

“Saya tidak ingin bertemu Bapak-Ibu dalam situasi tidak menyenangkan, apalagi melalui surat panggilan resmi. Mari kita komunikasi secara terbuka, bekerja penuh tanggung jawab, transparan, dan dalam suasana kekeluargaan,” ujarnya dengan nada serius.

Ia juga menegaskan siap mengawal penuh jalannya program MBG, termasuk melalui mekanisme Pos Pengaduan yang segera diluncurkan Pemkab Kuningan. Kajari menyebut masyarakat dapat melaporkan setiap dugaan penyimpangan agar segera ditindaklanjuti.

“Artinya, masyarakat, orang tua, maupun pihak lain yang menemukan penyimpangan di lapangan dapat langsung melaporkannya. Satgas akan menindaklanjuti laporan tersebut, termasuk saya yang akan turun langsung mengawasi,” tambahnya.

Pesan Kajari itu seakan menjadi alarm bagi para pengelola program agar berhati-hati dan bekerja sesuai aturan. Tegas namun penuh peringatan, kalimat “surat panggilan resmi” yang dilontarkannya sukses membuat Rakor MBG terasa lebih menegangkan.***

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup