PSSI Segera Cek Stadion Mashud, Nasib Homebase Pesik Kuningan di Liga 3 Jadi Sorotan

KUNINGANSATU.COM,- Pesik Kuningan mulai mempersiapkan Stadion Mashud Wisnusaputra sebagai markas tim untuk menghadapi kompetisi Liga 3 Nusantara. Persiapan dilakukan menyusul rencana penerapan sistem kandang dan tandang dalam kompetisi tersebut.

Manajer Pesik Kuningan, Nono Sujono, mengatakan kesiapan stadion menjadi salah satu hal yang harus mendapat perhatian selain persiapan tim yang saat ini menjalani training center (TC) di Solo.

Hal itu disampaikan Nono saat meninjau Stadion Mashud Wisnusaputra, Kabupaten Kuningan, Sabtu (26/9/2026).

Menurut Nono, Pesik Kuningan tidak hanya fokus mempersiapkan skuad di Solo. Stadion yang nantinya digunakan sebagai kandang juga harus memenuhi standar kelayakan yang ditetapkan penyelenggara kompetisi.

“Tidak hanya tes di Solo yang kita persiapkan, termasuk lapang juga perlu perhatian. Karena di aturan yang baru ini harus melakukan sistem home away dari kandang ke kandang,” kata Nono.

Ia menjelaskan, Pesik Kuningan telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kuningan terkait penataan Stadion Mashud Wisnusaputra. Pemerintah daerah, kata dia, merespons kebutuhan tersebut dan berencana melakukan pembenahan stadion.

Pasalnya, Stadion Mashud Wisnusaputra nantinya akan mendapat pemeriksaan dari tim survei PSSI Pusat untuk menentukan kelayakannya sebagai venue pertandingan Liga 3 Nusantara.

“Stadion ini nanti juga akan dievaluasi, dikroscek oleh tim survei dari PSSI Pusat terkait dengan kelayakan. Apakah stadion ini layak atau tidak,” ujarnya.

Salah satu bagian yang menjadi perhatian adalah kondisi lapangan, khususnya rumput yang dinilai masih membutuhkan perawatan.

Nono menyebut perawatan rumput sebenarnya telah dilakukan sejak beberapa pekan terakhir, termasuk penyiraman secara rutin. Namun, kondisi musim kemarau yang cukup panjang membuat pertumbuhan rumput tidak maksimal.

“Beberapa minggu ke belakang atau hampir satu bulan setelah Bupati Cup, kita melakukan penyiraman terus. Cuma memang kemaraunya sangat panjang, jadi kita harus sabar menunggu rumput ini tumbuh dengan subur,” katanya.

Selain penyiraman, perawatan lapangan akan dilengkapi dengan pemberian nutrisi serta penataan permukaan menggunakan pasir untuk membantu meratakan bagian lapangan yang masih bergelombang.

“Selain disiram, kemudian dikasih nutrisi, terus nanti juga harus dikasih pasir supaya kita mencoba untuk sedikit meratakan. Minimal mendekati kelayakan untuk kompetisi Liga Nusantara,” tutur Nono.

Untuk saat ini, Pesik Kuningan tidak melakukan penggantian rumput secara keseluruhan. Menurut Nono, proses tersebut membutuhkan waktu yang cukup panjang sehingga tidak memungkinkan dilakukan dalam waktu sekitar satu bulan menjelang pemeriksaan.

Nono mengatakan penataan lapangan dijadwalkan mulai dilakukan Minggu (27/9/2026). Selama proses tersebut berlangsung, lapangan akan ditutup dari aktivitas yang dapat mengganggu kondisi rumput.

“Mulai besok ini harus ditutup, nanti dipasang polysline. Ditutup, tidak bisa digunakan oleh aktivitas daripada lapang stadion,” jelasnya.

Meski demikian, area lintasan atletik masih dapat digunakan karena dinilai tidak mengganggu permukaan rumput lapangan sepak bola.

Selain lapangan, pembenahan juga akan menyasar sejumlah fasilitas pendukung stadion. Di antaranya ruang ganti pemain, locker room, kamar mandi, toilet, ruang konferensi pers, ruang wasit, tempat duduk penonton hingga fasilitas penerangan.

“Penataan ini juga tidak hanya lapangnya, kemudian nanti fasilitas-fasilitas yang lain. Seperti kamar ganti pakaian pemain, locker room, kamar mandi, toilet, tempat untuk konferensi pers, ruang wasit dan lain sebagainya. Termasuk tempat duduk penonton dan lampu,” kata Nono.

Nono menyebut berdasarkan informasi yang diterima, tim survei dijadwalkan melakukan pemeriksaan terhadap Stadion Mashud Wisnusaputra pada pertengahan Oktober 2026.

Ia berharap sebelum tim survei datang, sejumlah pembenahan sudah menunjukkan perkembangan sehingga stadion dapat memenuhi persyaratan sebagai kandang Persik Kuningan di Liga 3 Nusantara.

“Mudah-mudahan pada saat tim ini turun, lapangan sudah ada perubahan, ada perbaikan, ada perkembangan untuk menjadikan homebase daripada Pesik Kuningan,” ujarnya.

Terkait rencana jangka panjang, Nono menyebut Pemerintah Kabupaten Kuningan juga memiliki rencana melakukan penataan ulang terhadap dua lapangan sepak bola pada 2027. Namun, untuk menghadapi kompetisi dalam waktu dekat, fokus diarahkan pada pembenahan Stadion Mashud Wisnusaputra agar dapat digunakan.

Bagi Nono, keberadaan Pesik Kuningan di Liga 3 Nusantara bukan hanya berkaitan dengan pertandingan sepak bola. Kompetisi tersebut diharapkan dapat menjadi hiburan bagi masyarakat sekaligus memberikan dampak terhadap sektor ekonomi daerah.

“Ini hiburan masyarakat. Cita-cita saya membawa Kuningan maju sampai Liga 3 Nusantara ini. Yang lebih utama kan untuk hiburan masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, aktivitas pertandingan juga berpotensi memberikan dampak kepada pelaku usaha di berbagai sektor, mulai dari UMKM, penginapan, hotel hingga rumah makan.

“Saya yakin akan hidup dan bisa lebih mengenalkan Kabupaten Kuningan di nasional,” pungkasnya.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup