Kotoran Burung Bikin Siliwangi Kumuh, 22 Pasukan “Buser” DLH Turun Tangan

KUNINGANSATU.COM – Sorotan mengenai kotoran burung yang berserakan di kawasan pertokoan Siliwangi, Kabupaten Kuningan, langsung mendapat respons cepat dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kuningan.

Pada Selasa (1/9/2026), bertepatan dengan Hari Jadi Kuningan ke-528, DLH menerjunkan 22 personel tim sapu bersih untuk melakukan pembersihan di kawasan tersebut.

Kepala Bidang Pengendalian, Pemulihan, dan Penegakan Hukum Lingkungan (P3HL) DLH Kabupaten Kuningan, Rismunandar, S.Hut., M.Si., mengatakan pembersihan trotoar di kawasan pertokoan Siliwangi telah selesai dilaksanakan.

Menurutnya, DLH memiliki tim tanggap cepat yang dapat langsung diterjunkan ketika terdapat persoalan kebersihan yang membutuhkan penanganan segera.

“Tim buru sergapnya Dinas LH untuk melakukan pembersihan cepat, tim tanggap kami,” ujar Rismunandar.

Ia menjelaskan, sebanyak 22 personel tim sapu bersih DLH dilibatkan khusus untuk membersihkan kotoran burung yang menumpuk di lingkungan pertokoan Siliwangi.

Langkah tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut arahan pimpinan agar persoalan kebersihan di kawasan tersebut segera ditangani, terlebih bertepatan dengan momentum Hari Jadi Kuningan ke-528.

“Perintah pimpinan untuk dilaksanakan. Tim buser Dinas LH dengan penuh tanggung jawab melakukan pembersihan hingga tuntas,” tegasnya.

Sebelumnya, kondisi kotoran burung yang berserakan di kawasan pertokoan Siliwangi mendapat sorotan Anggota DPRD Kabupaten Kuningan, Uus Yusuf.

Uus menilai persoalan kebersihan tersebut tidak semestinya dianggap sepele. Kawasan Siliwangi merupakan salah satu pusat aktivitas masyarakat sekaligus bagian dari wajah Kabupaten Kuningan yang setiap hari dilalui warga maupun pengunjung.

Ia juga mengingatkan bahwa persoalan kebersihan bukan semata-mata menjadi tanggung jawab DLH. Menurutnya, diperlukan kesadaran bersama antara pemerintah daerah, pengelola pertokoan, pemilik toko, pedagang, pengguna area parkir dan masyarakat.

Respons cepat DLH tersebut kemudian diwujudkan melalui pengerahan puluhan personel untuk membersihkan kawasan hingga tuntas.

Namun, Rismunandar menilai persoalan kebersihan tidak cukup hanya diselesaikan melalui pembersihan oleh pemerintah. Pengelola kawasan pertokoan juga diharapkan mengambil peran aktif agar kotoran burung tidak kembali menumpuk.

“Kami berharap pengelola pertokoan Siliwangi dapat melakukan aksi bersih-bersih setiap minggu agar kotoran burung tidak menumpuk,” pungkas Rismunandar.***

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup