Berawal dari Warung Ayam Geprek, Kini Punya 5 Cabang dan 120 Karyawan
KUNINGANSATU.COM – Sebuah usaha tidak selalu dimulai dengan sesuatu yang besar. Kadang, perjalanan panjang justru berawal dari satu langkah sederhana, lalu berkembang karena keberanian untuk mencoba dan kemauan untuk terus bertahan.
Kisah itu datang dari Rainbow, usaha kuliner lokal di Kabupaten Kuningan yang memulai perjalanannya pada 2017. Dari satu gerai ayam geprek, Rainbow perlahan berkembang menjadi lima unit usaha dan kini mempekerjakan sekitar 120 orang.
Cerita Rainbow bermula dari Ayam Geprek Rainbow yang berada di depan Gedung Perundingan Linggarjati.
“Awalnya kami mulai dari Ayam Geprek Rainbow pada 2017. Dari satu usaha itu kemudian kami terus mencoba berkembang,” kata Mustika Rofi Sudrajat saat ditemui di outlet Ayam Geprek Rainbow, Jumat (21/8/2026).
Langkah berikutnya datang pada 2023. Rainbow membuka Pawon Rainbow di Jalan Bojong, Linggamekar.
Konsepnya mulai berkembang. Pawon Rainbow tidak hanya menawarkan makanan, tetapi juga pengalaman menikmati kuliner di tengah suasana alam. Hamparan persawahan dan panorama Gunung Ciremai menjadi bagian dari daya tariknya.
Dari Pawon Rainbow, perjalanan terus bergulir.
Pada 2025, Rainbow membuka Warung Sunda Alam Rainbow di Jalan Eyang Hasan Maulani. Konsep kuliner Sunda menjadi warna baru yang ditawarkan kepada masyarakat.
Belum genap setahun, Rainbow kembali memperluas sayapnya. Tahun 2026 menjadi periode ekspansi dengan hadirnya Seblak Prasmanan Rainbow dan Saung Rainbow, keduanya berada di kawasan Jalan Eyang Hasan Maulani.
Lima unit usaha kini menjadi bagian dari perjalanan Rainbow. Ada Ayam Geprek Rainbow, Pawon Rainbow, Warung Sunda Alam Rainbow, Seblak Prasmanan Rainbow dan Saung Rainbow.
Setiap tempat memiliki karakter masing-masing. Namun, semuanya dibangun dari semangat yang sama untuk terus tumbuh dan menghadirkan pilihan kuliner bagi masyarakat.
“Kami mencoba membuat konsep yang berbeda di setiap tempat. Yang penting bagaimana usaha ini bisa bertahan, berkembang dan tetap memberikan manfaat,” ujar Mustika.
Pertumbuhan Rainbow tidak berhenti pada bertambahnya outlet. Di balik perkembangan tersebut, ada tenaga kerja yang ikut tumbuh bersama usaha.
Saat ini sekitar 120 karyawan bekerja di berbagai unit Rainbow. Mereka mendapatkan gaji yang disesuaikan dengan standar UMK.
Bagi Mustika, jumlah karyawan tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan Rainbow. Sebab, ketika usaha berkembang, semakin besar pula tanggung jawab yang harus dijaga.
Dari satu gerai ayam geprek pada 2017, Rainbow kini telah memiliki lima unit usaha. Perjalanan hampir satu dekade itu menjadi bukti bahwa bisnis lokal bisa berkembang ketika dijalankan dengan konsisten dan berani membaca peluang.
Namun perjalanan belum selesai. Selera konsumen terus berubah, persaingan semakin dinamis dan setiap unit usaha membutuhkan inovasi agar tetap bertahan.
Karena itu, Rainbow memilih untuk terus bergerak.
“Harapannya Rainbow bisa terus tumbuh dan semakin banyak membuka lapangan pekerjaan, sehingga keberadaan usaha ini benar-benar bisa memberikan manfaat untuk masyarakat Kuningan,” pungkas Mustika.***















