Sambut Tahun Ajaran Baru, MTs Husnul Khotimah 2 Bekali Guru dengan Tiga Kurikulum

KUNINGANSATU.COM – Menyambut dimulainya tahun ajaran 2026/2027, MTs Husnul Khotimah 2 Kuningan memperkuat kesiapan para tenaga pendidiknya melalui kegiatan In House Training (IHT) yang digelar selama dua hari, Kamis-Jumat (9-10 Juli 2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya madrasah meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memperkuat budaya mutu di lingkungan pendidikan.

Mengusung tema “Mewujudkan Pembelajaran Mendalam melalui Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Integrasi Kurikulum AQIL”, pelatihan tersebut mempersiapkan para guru untuk mengimplementasikan tiga pendekatan kurikulum secara bersamaan pada tahun ajaran baru, yakni Deep Learning, Kurikulum Berbasis Cinta, dan Kurikulum AQIL.

Mudir Ma’had Husnul Khotimah 2, KH. Fauzi Muhammad Ali, menegaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta tidak hanya berbicara mengenai metode mengajar, tetapi juga menjadi filosofi dalam membangun hubungan antara guru dan peserta didik.

“Kurikulum Cinta ibarat seorang suami yang mencintai istrinya. Untuk menjaga kualitas, pelatihan ini merupakan bagian dari upaya menjaga kualitas lembaga,” ujarnya saat membuka kegiatan.

Menurutnya, hubungan guru dan santri perlu dibangun layaknya sebuah keluarga yang dipenuhi kasih sayang. Dari ikatan tersebut diharapkan tumbuh kecintaan santri terhadap ilmu pengetahuan, buku, serta rasa hormat kepada guru sebagai pondasi utama dalam proses pendidikan.

Sementara itu, Kepala MTs Husnul Khotimah 2, Ayip Miftahuddin, S.Pd., Gr., mengapresiasi semangat dan kekompakan seluruh civitas akademika yang kembali bangkit setelah menghadapi berbagai tantangan pada tahun sebelumnya.

“Terima kasih atas kerja samanya. Tahun lalu kita mengalami badai, alhamdulillah bisa melewatinya dan kini kita kembali solid dengan tim yang baru,” katanya.

Ayip menjelaskan, penggunaan istilah In House Training mencerminkan komitmen madrasah dalam mengembangkan kompetensi guru melalui pemanfaatan sumber daya internal. Oleh karena itu, sebagian besar materi pelatihan disampaikan oleh tim internal madrasah dan pesantren yang telah berpengalaman.

Ia menambahkan, pelaksanaan IHT tahun ini memiliki peran strategis karena seluruh guru dipersiapkan untuk menerapkan tiga pendekatan kurikulum yang akan berjalan secara terintegrasi dalam proses pembelajaran.

“Hari pertama diisi penuh dengan penyampaian materi, sedangkan hari kedua difokuskan pada praktik hingga setiap peserta menghasilkan produk berupa modul ajar atau silabus,” jelasnya.

Tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi akademik, pelatihan juga menjadi momentum memperkuat budaya disiplin di lingkungan madrasah. Salah satu hal yang ditekankan adalah kedisiplinan guru dalam memulai proses belajar mengajar tepat waktu sebagai bagian dari pembentukan budaya profesional.

Kegiatan tersebut menghadirkan Ano Sutarno, Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Kuningan Wilayah Kuningan Utara, sebagai narasumber utama. Selain itu, materi juga disampaikan oleh Ustadz Sanan, M.Pd., bersama Tim Internal serta Tim Unit Penjamin Mutu Pondok Pesantren Husnul Khotimah.

Melalui pelatihan ini, MTs Husnul Khotimah 2 menargetkan seluruh guru tidak hanya memahami arah kebijakan kurikulum terbaru, tetapi juga mampu menghasilkan perangkat pembelajaran yang siap diterapkan sejak hari pertama masuk sekolah. Dengan demikian, proses pembelajaran diharapkan berlangsung lebih mendalam, berkarakter, serta tetap berpijak pada nilai-nilai kepesantrenan yang menjadi ciri khas Husnul Khotimah.***

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup