Tak Hanya Sejuk, Kuningan Juga Punya Kuliner yang Sulit Dilupakan

KUNINGANSATU.COM,- Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, tidak hanya terkenal dengan keindahan alam dan suasana sejuk di kaki Gunung Ciremai, tetapi juga memiliki beragam kuliner khas yang masih terus diminati masyarakat hingga sekarang. Berbagai makanan tradisional khas daerah menjadi salah satu daya tarik wisata yang membuat banyak pengunjung datang ke Kuningan.

Kuliner khas Kuningan dikenal memiliki cita rasa tradisional yang unik dan berbeda dari daerah lain di Jawa Barat. Beberapa makanan khas yang paling populer di antaranya adalah hucap, tahu lamping, kue peuyeum ketan, hingga aneka jajanan tradisional yang banyak dijual di pusat kota maupun kawasan wisata.
Hucap menjadi salah satu makanan khas yang paling dikenal masyarakat. Kuliner ini terdiri dari ketupat dan tahu yang disiram bumbu kacang serta kecap manis khas Kuningan. Perpaduan rasa gurih dan manis membuat makanan ini banyak disukai warga maupun wisatawan yang datang berkunjung. Hucap biasanya dijadikan menu sarapan karena memiliki rasa yang ringan namun tetap mengenyangkan.

Selain hucap, tahu lamping atau tahu kopeci juga menjadi kuliner khas yang banyak diburu wisatawan sebagai oleh-oleh. Tahu khas Kuningan ini memiliki tekstur lembut dengan rasa gurih yang khas. Banyak pengunjung membeli tahu lamping untuk dibawa pulang karena dianggap menjadi salah satu ikon kuliner Kabupaten Kuningan.

Tidak hanya makanan berat, berbagai jajanan tradisional khas Kuningan juga masih mudah ditemukan di pasar tradisional maupun pusat kuliner. Mulai dari opak, peuyeum ketan, hingga aneka makanan berbahan singkong masih menjadi favorit masyarakat. Keberadaan kuliner tradisional tersebut menunjukkan bahwa makanan khas daerah masih mampu bertahan di tengah banyaknya makanan modern dan tren kuliner viral.

Saat akhir pekan dan musim liburan, kawasan kuliner di Kuningan biasanya ramai dipadati pengunjung. Banyak wisatawan dari luar daerah sengaja datang untuk menikmati makanan khas sambil menikmati suasana sejuk Kabupaten Kuningan. Tidak sedikit pula wisatawan yang membagikan pengalaman wisata kuliner mereka di media sosial sehingga membuat kuliner khas Kuningan semakin dikenal luas.

Perkembangan media sosial juga turut membantu memperkenalkan kuliner khas Kuningan kepada masyarakat luar daerah. Banyak makanan tradisional yang kini kembali viral karena diunggah melalui TikTok, Instagram, maupun YouTube. Hal tersebut membuat minat masyarakat terhadap makanan tradisional meningkat, khususnya di kalangan anak muda.

Ramainya wisata kuliner memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM lokal. Banyak pedagang makanan dan usaha kecil yang merasakan peningkatan penjualan, terutama saat akhir pekan dan hari libur. Kehadiran wisatawan membantu menggerakkan perekonomian masyarakat sekaligus membuka peluang usaha baru di bidang kuliner.

Pemerintah daerah juga terus mendorong promosi kuliner khas Kuningan melalui berbagai kegiatan seperti festival makanan, bazar UMKM, hingga kegiatan Car Free Day (CFD). Upaya tersebut dilakukan agar makanan tradisional daerah tetap dikenal dan tidak kalah bersaing dengan kuliner modern.

Kuliner khas Kuningan kini tidak hanya menjadi makanan sehari-hari masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya daerah. Dengan cita rasa tradisional yang tetap dipertahankan, kuliner khas Kuningan diharapkan dapat terus berkembang dan semakin dikenal oleh masyarakat luas maupun wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia.

Oleh : Virga Riyessa ,PBSI 2A Universitas Kuningan

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup