Sederhana Tapi Bermakna, Tradisi Warga Buniaga Sambut Tahun Baru Islam Penuh Khidmat

KUNINGANSATU.COM,- Warga Dusun 01 Buniaga, Desa Buniasih, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan, menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1447 Hijriah dengan menggelar doa bersama dan makan bersama pada Senin malam (15/06/2026).

Kegiatan yang berlangsung sederhana namun khidmat itu diikuti puluhan warga dari berbagai kalangan. Momentum pergantian tahun Hijriah dimanfaatkan masyarakat sebagai ajang introspeksi diri sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Rangkaian acara diawali dengan tasyakuran, dilanjutkan pembacaan tahlil dan doa bersama yang dipimpin Ustaz Usman Abdillah. Setelah itu, warga berkumpul dalam suasana hangat untuk menikmati hidangan makan bersama yang telah disiapkan.

Perwakilan panitia sekaligus perangkat desa, Muhammad Ishaq, mengatakan tradisi menyambut malam 1 Muharam ini merupakan agenda rutin yang terus dijaga oleh masyarakat setempat. Menurutnya, meski pelaksanaannya masih sederhana, semangat kebersamaan warga menjadi nilai utama.

“Walaupun tahun ini peringatannya sederhana dan tidak semeriah di tempat lain, yang penting tradisi ini tetap berjalan. Ini menjadi bukti bahwa kebersamaan dan semangat warga masih terjaga. Harapannya, ke depan bisa dikemas lebih meriah lagi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk rasa syukur sekaligus ikhtiar memperkuat nilai-nilai keislaman dan kebersamaan di lingkungan masyarakat.

Salah seorang warga, Ahmad Novaldi, mengaku bangga melihat antusiasme masyarakat yang tetap kompak menjaga tradisi tahunan tersebut. Baginya, konsistensi dalam merawat kebiasaan baik jauh lebih penting daripada kemeriahan acara.

“Saya merasa terharu melihat kekompakan warga. Walaupun sederhana, yang utama adalah istiqomah menjaga tradisi ini setiap tahun. Semoga ke depan semakin ramai dan membawa perubahan yang lebih baik bagi lingkungan,” ungkapnya.

Peringatan Tahun Baru Islam di Dusun 01 Buniaga pun berlangsung lancar hingga selesai. Warga berharap kegiatan serupa dapat terus dilestarikan sebagai simbol persatuan, kebersamaan, dan semangat hijrah menuju kehidupan yang lebih baik.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup