Dari Gizi hingga Anti-Bullying, Ini Program Unggulan Bunda PAUD Kuningan
KUNINGANSATU.COM,– Gerakan Bunda PAUD Kabupaten Kuningan terus diperkuat melalui penerapan Program PAUD Holistik Integratif (PAUD HI) yang mencakup layanan pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan, hingga kesejahteraan anak. Program tersebut disosialisasikan dalam kunjungan Bunda PAUD Kabupaten Kuningan ,Ela Helayati , yang diwakili oleh Yati Nurhayati, istri Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, ke TK Al-Mansuriyah, Desa Cihideung Hilir, Kecamatan Cidahu, Selasa (2/6/2026).
Dalam kesempatan itu, Yati Nurhayati menjelaskan bahwa PAUD Holistik Integratif merupakan program prioritas yang bertujuan memastikan seluruh kebutuhan dasar anak usia dini terpenuhi secara menyeluruh melalui lima layanan utama.
“Layanan pertama adalah pendidikan. Kami ingin seluruh desa di Kabupaten Kuningan memiliki akses layanan PAUD melalui prinsip satu desa satu layanan PAUD, baik itu TK, Kelompok Bermain (Kober), maupun Satuan PAUD Sejenis (SPS),” ujarnya.
Selain pendidikan, layanan kesehatan dan gizi juga menjadi perhatian utama. Melalui program Gema Telmisu (Gerakan Makan Telur dan Minum Susu), lembaga PAUD didorong untuk meningkatkan pemenuhan gizi anak sejak dini. Sementara aspek kesehatan diwujudkan melalui pemantauan kebersihan dan kondisi kesehatan anak secara berkala.
Menurutnya, keberhasilan tumbuh kembang anak tidak hanya ditentukan oleh sekolah, tetapi juga pola pengasuhan di lingkungan keluarga.
“Anak-anak menghabiskan sekitar 75 persen waktunya di rumah dan hanya 25 persen di sekolah. Karena itu, interaksi antara orang tua dan anak harus terus diperkuat agar mendukung perkembangan kecerdasan dan karakter anak,” katanya.
Dalam aspek perlindungan, Bunda PAUD juga menekankan pentingnya pencegahan kekerasan dan perundungan sejak usia dini. Edukasi diberikan kepada orang tua maupun anak-anak agar memahami bentuk-bentuk bullying, cara mencegahnya, serta menumbuhkan kepedulian terhadap teman yang menjadi korban.
Sementara pada layanan kesejahteraan, salah satu program yang didorong adalah kepemilikan Kartu Identitas Anak (KIA) bagi peserta didik PAUD sebagai bagian dari pemenuhan hak-hak dasar anak.
Tak hanya itu, Bunda PAUD Kabupaten Kuningan juga mengampanyekan program Wajib Belajar 13 Tahun. Program tersebut menambahkan satu tahun pendidikan prasekolah sebelum anak memasuki jenjang Sekolah Dasar.
“Kalau sebelumnya wajib belajar hanya 12 tahun, sekarang ditambah satu tahun di PAUD. Harapannya seluruh anak di Kabupaten Kuningan mendapatkan pendidikan usia dini terlebih dahulu sebelum masuk SD,” jelasnya.
Kunjungan tersebut mendapat sambutan positif dari Kepala TK Al-Mansuriyah, Nurhalimah, S.Pd. Ia mengaku bangga karena sekolah yang dipimpinnya menjadi salah satu lokasi yang dikunjungi oleh jajaran Bunda PAUD Kabupaten Kuningan dan PAUD Dikmas.
“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan ini. Tidak semua sekolah mendapat kesempatan yang sama. Kehadiran Bunda PAUD menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan di TK Al-Mansuriyah,” ungkapnya.
Nurhalimah menyebutkan, saat ini TK Al-Mansuriyah memiliki 30 siswa. Ia juga menilai program edukasi gizi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi orang tua.
“Program pemenuhan gizi seperti makan ikan dan edukasi tentang gizi seimbang sangat baik untuk memotivasi orang tua agar lebih memperhatikan kebutuhan nutrisi anak. Tumbuh kembang anak usia dini sangat ditentukan oleh asupan gizi yang seimbang,” tuturnya.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap penerapan PAUD Holistik Integratif dapat semakin optimal sehingga mampu mencetak generasi yang sehat, cerdas, terlindungi, dan siap melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.


















