BAZNAS RI Pilih Kuningan Jadi Lokasi Program Kurban Nasional, Peternak Lokal Ikut Ketiban Berkah

KUNINGANSATU.COM,- Kabupaten Kuningan kembali mendapat perhatian di tingkat nasional. Pada momentum Iduladha 1447 Hijriah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memilih Kabupaten Kuningan sebagai lokasi pelaksanaan Program Kurban Berkah Berdayakan Desa yang dipusatkan di Balai Ternak Mukti Raharja, Desa Sayana, Kecamatan Jalaksana, Rabu (27/5/2026).

Program tersebut tidak hanya berfokus pada penyaluran hewan kurban, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat ekonomi masyarakat desa melalui pemberdayaan sektor peternakan rakyat.

Kegiatan itu dihadiri langsung jajaran pimpinan BAZNAS RI bersama BAZNAS Provinsi Jawa Barat. Kehadiran mereka disambut Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar M.Si, BAZNAS Kuningan, Kementerian Agama, hingga para peternak lokal yang tergabung dalam kelompok ternak setempat.

Bupati Dian Rachmat Yanuar menyampaikan rasa bangga atas dipilihnya Kabupaten Kuningan sebagai salah satu daerah pelaksanaan program nasional tersebut. Menurutnya, hal itu menjadi bentuk kepercayaan sekaligus peluang besar untuk mendorong penguatan sektor pertanian dan peternakan daerah.

“Dari ratusan kabupaten dan kota di Indonesia, Kuningan menjadi salah satu daerah yang dipilih. Ini tentu menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan potensi peternakan lokal,” ujar Dian.

Ia menilai keberadaan Balai Ternak memiliki manfaat yang jauh lebih luas dibanding sekadar mendukung kebutuhan kurban tahunan. Program tersebut dinilai mampu membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja baru, hingga memperkuat ketahanan pangan masyarakat desa.

“Balai ternak ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dampaknya bisa dirasakan langsung oleh warga, terutama peternak kecil,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Dian juga mengungkapkan bahwa sapi bantuan Presiden RI untuk Kabupaten Kuningan tahun ini berasal dari peternak lokal Desa Cilaja. Sapi jenis limosin dengan bobot mencapai 1,1 ton tersebut dibeli langsung dari peternak daerah.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi bukti nyata keberpihakan terhadap peternak lokal agar mampu berkembang dan memiliki daya saing.

“Biasanya bantuan sapi didatangkan dari luar daerah. Tahun ini berasal dari peternak Kuningan sendiri, sehingga manfaat ekonominya juga dirasakan langsung masyarakat lokal,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid menegaskan bahwa ibadah kurban memiliki nilai sosial dan ekonomi yang sangat besar. Selain menjadi bentuk ibadah, kurban juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat desa.

“Kurban bukan hanya ibadah ritual, tetapi juga menghadirkan dampak ekonomi bagi masyarakat. Peternak mendapat pasar, masyarakat memperoleh asupan gizi, dan ekonomi desa ikut tumbuh,” ujar Sodik.

Ia menyebutkan, saat ini BAZNAS RI tengah mengembangkan sekitar 130 titik program peternakan yang tersebar di 14 provinsi di Indonesia. Pada Iduladha tahun ini, BAZNAS juga menghimpun ribuan hewan kurban setara kambing dan domba untuk disalurkan ke berbagai wilayah.

BAZNAS bersama sejumlah mitra turut memperkuat program kurban produktif berkelanjutan. Salah satunya melalui dukungan dari perusahaan ritel nasional yang turut menyalurkan ratusan ekor kambing dan domba kurban.

“Melalui program ini, BAZNAS ingin membangun kemandirian masyarakat desa berbasis peternakan produktif dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup