Heboh Isu Pocong di Kuningan, Ternyata “Penampakannya” Sering Nongol di 4 Titik Ini
KUNINGANSATU.COM – Di tengah ramainya isu pocong keliling yang belakangan berseliweran di media sosial, warga Kabupaten Kuningan ternyata sudah cukup akrab dengan sosok “pocong” yang satu ini. Namun bukan pocong misterius yang membuat resah, melainkan orang-orang yang sengaja cosplay menjadi pocong, kuntilanak, genderuwo, hingga tuyul demi mengais rezeki di ruang-ruang publik.
Fenomena manusia berkostum pocong di Kabupaten Kuningan sebenarnya bukan hal baru. Dalam beberapa tahun terakhir, sosok berbalut kain putih lengkap dengan riasan menyeramkan kerap muncul di sejumlah titik keramaian kota untuk menghibur sekaligus meminta uang dari pengendara maupun pejalan kaki.
Keberadaan mereka bahkan sering menjadi perhatian pengguna jalan karena tampil mencolok, terutama saat sore hingga malam hari. Ada yang berdiri diam di pinggir jalan, berjalan perlahan layaknya pocong sungguhan, hingga sesekali mengagetkan pengunjung demi menarik perhatian.
Beberapa lokasi di Kabupaten Kuningan yang cukup dikenal sering menjadi tempat munculnya “pocong cosplay” di antaranya kawasan Taman Kota Kuningan. Area ruang terbuka yang ramai pengunjung itu kerap menjadi tempat para cosplay pocong berinteraksi dengan warga, terutama anak-anak muda yang sedang nongkrong malam.
Selain itu, kawasan Pertokoan Siliwangi juga menjadi salah satu titik yang cukup sering terlihat sosok pocong jalanan tersebut. Di lokasi itu, mereka biasanya muncul saat arus lalu lintas mulai ramai menjelang malam sambil mendekati kendaraan yang berhenti.
Fenomena serupa juga kerap terlihat di kawasan Lampu Merah Cijoho. Saat lampu lalu lintas berubah merah, beberapa pocong cosplay tampak mendatangi kendaraan sambil berjoget, melambaikan tangan atau sekadar berdiri diam untuk menarik perhatian pengendara.
Tak hanya itu, kawasan Lampu Merah Ciporang juga menjadi salah satu titik yang cukup identik dengan keberadaan manusia berkostum pocong tersebut. Beberapa warga bahkan menganggap kehadiran mereka sudah menjadi “pemandangan khas” perkotaan Kuningan saat malam hari.
Meski tampil menyeramkan, sebagian besar warga memahami bahwa orang-orang di balik kostum pocong tersebut hanyalah masyarakat yang sedang mencari penghasilan tambahan. Ada yang mengamen, meminta uang receh, hingga sekadar berfoto dengan pengunjung.
“Kalau yang di lampu merah itu mah bukan bikin takut, malah kadang lucu karena suka dadakan muncul pas kendaraan berhenti,” ujar Dewi, warga Kecamatan Kuningan, Senin (25/5/2026).
Menurut Dewi, keberadaan pocong cosplay justru sering menjadi hiburan tersendiri bagi warga yang melintas, terutama anak-anak dan remaja yang penasaran ingin melihat dari dekat.
Sementara itu, Asep, warga Kecamatan Cigugur mengatakan fenomena manusia berkostum pocong sudah cukup lama terlihat di beberapa titik keramaian Kabupaten Kuningan.
“Sudah sering lihat di Taman Kota sama daerah Siliwangi. Mereka paling muter cari keramaian buat cari uang. Selama tidak mengganggu ya masyarakat juga biasa saja,” kata Asep.
Ia menilai fenomena tersebut menjadi gambaran bagaimana sebagian masyarakat memilih cara unik untuk mencari penghasilan di tengah sulitnya kondisi ekonomi.
Fenomena cosplay pocong ini pun menjadi kontras di tengah ramainya isu pocong misterius yang belakangan viral di media sosial. Jika isu pocong keliling membuat warga resah karena dipenuhi narasi horor dan kabar tak jelas, maka “pocong” di sejumlah titik Kuningan justru nyata keberadaannya dan dikenal sebagai bagian dari aktivitas hiburan jalanan sekaligus cara sebagian orang bertahan mencari nafkah di tengah kerasnya kehidupan kota.***















