Cari Hewan Kurban Premium? Sang Kuwu Farm Siapkan Stok Terbaik Jelang Idul Adha 2026

KUNINGANSATU.COM – Menjelang Idul Adha 2026, Sang Kuwu Farm Desa Cipakem Dusun Salasa RT 03/01 Kecamatan Malaber mulai mematangkan kesiapan distribusi hewan kurban di tengah dinamika kenaikan harga dan perubahan pola permintaan pasar. Peternakan ini mencatat penurunan jumlah stok dibandingkan tahun sebelumnya, namun tetap berupaya menjaga kualitas hewan yang akan dipasarkan ke berbagai daerah.

Pemilik Sang Kuwu Farm, Diding Wahyudin, menyebutkan bahwa tahun ini pihaknya hanya menyiapkan sekitar 120 ekor sapi dan 200 ekor kambing/domba. Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya sebagai bagian dari penyesuaian strategi usaha di tengah meningkatnya biaya produksi.

“Untuk tahun ini kami hanya menyediakan 120 sapi dan 200 ekor kambing. Fokus kami lebih kepada kualitas dan efisiensi pemeliharaan,” ungkap Diding, Minggu (17/5/2026).

Dari sisi pasar, permintaan hewan kurban dari wilayah Kuningan, Bandung, hingga Jakarta masih cukup stabil. Namun terdapat kecenderungan preferensi masyarakat yang mengarah pada jenis sapi limousin serta kambing sebagai pilihan utama.

Menurut Diding, pola permintaan ini relatif konsisten setiap tahun, terutama menjelang puncak Idul Adha. Perubahan lebih banyak terjadi pada aspek harga dan bobot hewan yang disesuaikan dengan kemampuan pembeli.

Salah satu faktor yang paling terasa pada musim kurban tahun ini adalah kenaikan harga hewan. Diding menyebutkan bahwa harga sapi kurban saat ini berada pada kisaran Rp23 juta hingga Rp28 juta, bahkan banyak yang sudah menembus di atas Rp30 juta tergantung bobot dan kualitas.

“Kenaikan harga bakalan sangat berpengaruh. Ini yang paling berat kami hadapi di lapangan,” jelasnya.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada struktur biaya dan strategi penjualan peternakan, sehingga pelaku usaha harus melakukan penyesuaian tanpa mengorbankan kualitas ternak.

Di tengah tekanan biaya, Sang Kuwu Farm tetap mempertahankan standar pemeliharaan hewan, termasuk dalam hal pakan dan kesehatan. Pihaknya juga menjalin kerja sama dengan Pos Kesehatan Hewan (Poskeswan) untuk memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat dan layak jual.

Diding menegaskan bahwa tidak ada pengurangan dalam pakan maupun perawatan. Bahkan seluruh hewan yang disiapkan telah melalui proses vaksinasi sebanyak dua kali sebagai langkah preventif terhadap penyakit ternak.

“Perawatan tetap kami jaga. Kami tidak mengurangi pakan, justru fokus pada kesehatan hewan agar sesuai standar kurban,” ujarnya.

Dari sisi distribusi, Sang Kuwu Farm saat ini masih mengandalkan pemasaran melalui media sosial sebagai kanal utama penjualan. Strategi ini dinilai cukup efektif menjangkau konsumen dari berbagai daerah, termasuk luar Kabupaten Kuningan.

Sistem digital tersebut juga dinilai mampu mempercepat komunikasi antara peternak dan pembeli, terutama dalam masa puncak permintaan menjelang Idul Adha.

Meski permintaan masih stabil, tantangan terbesar yang dihadapi peternak adalah tingginya harga bakalan sapi yang mempengaruhi seluruh rantai biaya produksi. Kondisi ini membuat pelaku usaha harus lebih selektif dalam pengelolaan stok.

Di sisi lain, Diding berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan yang lebih konkret melalui edukasi dan pelatihan, khususnya terkait pembuatan pakan alternatif yang lebih praktis dan efisien.

“Yang kami butuhkan bukan hanya bantuan hewan, tetapi edukasi dan pelatihan agar peternak bisa mandiri, terutama dalam penyediaan pakan,” pungkasnya.***

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup