Arni Jalani Hidup Sebatang Kara di Kananga, Lansia Tunarungu Bertahan di Rumah Sederhana

KUNINGANSATU.COM,- Di usia senjanya yang menginjak 65 tahun, Arni menjalani hidup dalam sunyi. Perempuan penyandang tunarungu dan tunawicara itu tinggal seorang diri di rumah sederhana yang berada di Blok Pahing RT 11 RW 04, Desa Kananga, Kabupaten Kuningan.

Tanpa pasangan maupun anak yang mendampingi, Arni bertahan menjalani aktivitas sehari-hari dengan segala keterbatasan. Kondisinya pun mengundang perhatian warga dan pemerintah desa setempat.

Kepala Desa Kananga, Wahyudin, mengatakan Arni memang hidup sebatang kara, meski masih memiliki beberapa kerabat di desa yang sama maupun di luar daerah. Namun, menurutnya, kondisi ekonomi keluarga juga serba terbatas sehingga belum bisa memberikan bantuan maksimal.

“Beliau tinggal sendiri. Ada saudara, tapi keadaannya juga sederhana dan sebagian ada yang merantau,” kata Wahyudin saat ditemui, Senin (11/5/2026).

Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, Arni selama ini mengandalkan bantuan sosial dari pemerintah. Ia tercatat sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Sementara bantuan BLT Dana Desa yang sebelumnya sempat diterima kini sudah dihentikan guna menghindari penerimaan bantuan ganda.

Kondisi yang dialami Arni semakin berat setelah rumah yang ditempatinya sempat roboh akibat bencana beberapa waktu lalu. Rumah sederhana itu mengalami kerusakan cukup parah hingga nyaris tak bisa ditempati.

Melihat kondisi tersebut, pemerintah desa bersama warga bergerak melakukan gotong royong membantu perbaikan rumah agar kembali layak dihuni. Bantuan tenaga dan material diberikan secara swadaya oleh masyarakat sekitar.

“Waktu rumahnya roboh, warga bersama pemerintah desa berupaya membantu semampunya supaya beliau tetap punya tempat tinggal yang layak,” ujar Wahyudin.

Meski hidup dalam keterbatasan, Arni dikenal warga sebagai sosok yang ramah dan tetap berusaha mandiri. Sehari-hari ia lebih banyak menghabiskan waktu di rumah dan berinteraksi menggunakan isyarat sederhana dengan warga sekitar.

Kisah hidup Arni menjadi potret masih adanya warga lanjut usia yang membutuhkan perhatian bersama, terutama mereka yang hidup sendiri dengan kondisi ekonomi dan fisik yang terbatas.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup