Mahasiswa Kuningan Didorong Melek Finansial di Kick-Off BLK 2026, Waspada Pinjol dan Judi Online!
KUNINGANSATU.COM,- Upaya meningkatkan pemahaman keuangan di kalangan generasi muda terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Kuningan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon melalui Kick-Off Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Student Center Iman Hidayat Universitas Kuningan, Rabu (6/5/2026).
Mengusung tema “Cerdas Literasi Keuangan Digital, Hidup Sejahtera Menuju Indonesia Emas”, acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, Anggota Komisi XI DPR RI Sohibul Iman, Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib, serta civitas akademika dan ratusan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Dalam sambutannya, Bupati Dian menekankan pentingnya literasi keuangan sebagai bekal utama menghadapi era digital yang semakin kompleks. Ia mengingatkan bahwa kemudahan akses layanan keuangan digital harus diimbangi dengan pemahaman yang baik agar tidak terjerumus pada praktik ilegal.
“Literasi keuangan adalah fondasi penting bagi kemandirian ekonomi. Jangan sampai kemajuan digital justru menjerumuskan pada pinjaman online ilegal atau judi online,” tegasnya.
Ia juga menyoroti dampak nyata lemahnya pengelolaan keuangan, mulai dari persoalan sosial hingga konflik rumah tangga. Menurutnya, banyak kasus ekonomi keluarga yang berujung pada perceraian dipicu oleh jeratan utang dan kebiasaan konsumtif.
“Tidak ada yang benar-benar sejahtera dari judi online. Yang untung hanya pihak tertentu, sementara pemainnya justru merugi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati mendorong mahasiswa untuk mulai membangun kebiasaan finansial sehat, seperti menabung, berinvestasi, dan memahami manajemen risiko sejak dini. Ia mengibaratkan investasi sebagai proses jangka panjang yang membutuhkan kesabaran.
Di sisi lain, Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib mengajak generasi muda untuk memiliki visi hidup yang jelas serta mampu memanfaatkan teknologi secara produktif, bukan sekadar konsumtif.
“Mahasiswa harus punya target masa depan dan strategi untuk mencapainya. Literasi keuangan akan membantu mereka mengambil keputusan yang tepat,” katanya.
Rektor UNIKU, Ana Fitri Hindriana, turut mengapresiasi kolaborasi ini. Ia menilai literasi keuangan menjadi salah satu keterampilan penting yang harus dimiliki mahasiswa di tengah perkembangan ekonomi modern.
Kegiatan yang diikuti sekitar 500 mahasiswa ini diharapkan mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya melek finansial, tetapi juga siap menghadapi tantangan ekonomi digital dan berperan aktif dalam pembangunan daerah menuju Indonesia Emas 2045.
















