Aksi Heroik hingga Kisah Unik, Tiga Anggota Damkar Kuningan Bagikan Pengalaman di Momen HUT 2026

KUNINGANSATU.COM,- Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), HUT ke-107 Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, serta HUT ke-64 Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) Tahun 2026 berlangsung khidmat di Halaman Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan, Senin (4/5/2026).

Di balik seremoni tersebut, tersimpan berbagai kisah nyata dari para petugas pemadam kebakaran (Damkar) yang setiap hari berjibaku dengan risiko tinggi. Tiga anggota Damkar Kuningan Kris Ferdiansyah, Sutardi, dan Ikin Sadikin membagikan pengalaman mereka, mulai dari aksi penyelamatan hingga kejadian unik yang tak terlupakan.

Kris Ferdiansyah, yang telah bertugas selama kurang lebih empat tahun, mengaku awalnya tidak menyangka akan berkarier di Damkar. Ia sebelumnya bekerja di rumah sakit sebelum akhirnya lolos seleksi penerimaan tenaga harian lepas (THL) menuju Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

“Awalnya karena lolos tes saja. Tapi setelah dijalani, ternyata ini pekerjaan yang penuh tantangan sekaligus kebanggaan,” ujarnya.

Selama bertugas, Kris pernah terlibat dalam operasi penyelamatan anak tenggelam di Sungai Citamba, Ciwaru. Korban ditemukan di kedalaman sekitar 20 meter, sebuah pengalaman yang menurutnya paling membekas sepanjang kariernya.

Berbeda dengan Kris, Sutardi telah mengabdi selama 25 tahun. Pengalaman panjangnya menghadirkan beragam cerita, termasuk kejadian tak biasa ketika Damkar diminta menangani persoalan rumah tangga.

“Ada warga yang mau cerai, malah mengadu ke Damkar untuk dimediasi. Padahal itu bukan tugas kami, tapi karena kepercayaan masyarakat, kami tetap datang,” ungkapnya.

Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti bahwa Damkar tidak hanya dipandang sebagai petugas pemadam kebakaran, tetapi juga sebagai garda terdepan yang dipercaya masyarakat dalam berbagai situasi darurat.

Sementara itu, Ikin Sadikin yang telah bertugas selama 22 tahun mengaku pernah menangani kasus yang cukup unik sekaligus mengundang tawa.

“Waktu itu ada kasus cincin yang tersangkut di kemaluan. Kata pelapor Awalnya iseng, tapi lama-lama jadi masalah,” katanya sambil tersenyum.

Meski terdengar lucu, Ikin menegaskan bahwa setiap laporan tetap ditangani secara profesional.

“Awalnya ketawa, tapi tetap harus serius karena itu menyangkut keselamatan orang,” tambahnya.

Ketiga anggota Damkar tersebut memiliki harapan yang sama ke depan, yakni peningkatan status kelembagaan Damkar menjadi dinas tersendiri serta peningkatan kesejahteraan anggota.

“Harapannya Damkar Kuningan bisa segera menjadi dinas, fasilitas dilengkapi, dan jaminan kesehatan serta keselamatan kerja lebih diperhatikan,” kata Kris.

Sutardi menambahkan bahwa risiko pekerjaan Damkar sangat tinggi.

“Taruhannya nyawa, jadi kesejahteraan harus jadi perhatian,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Ikin, yang berharap kesejahteraan anggota terus meningkat seiring dengan tuntutan tugas di lapangan.

Upacara HUT tahun ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga menjadi momentum refleksi atas dedikasi para petugas di lapangan. Dari penyelamatan dramatis hingga penanganan kasus tak biasa, Damkar Kuningan terus menunjukkan peran vitalnya dalam melindungi masyarakat.

Di balik seragam dan sirine yang meraung, ada cerita-cerita kemanusiaan yang jarang terungkap tentang keberanian, kepercayaan, dan pengabdian tanpa batas.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup