PIK Remaja Kuningan Diperkuat, Strategi Hadapi Tantangan Generasi Z di Era Digital
KUNINGANSATU.COM,- Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) terus memperkuat peran generasi muda dengan menggelar kegiatan Penguatan Kelembagaan Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja tingkat desa/kelurahan dan sekolah, Senin (4/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Bank BJB Kuningan tersebut diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai unsur, mulai dari perwakilan DPC APDESI, Ketua MKKS SLTA, Duta GenRe desa/kelurahan, hingga Forum GenRe Kabupaten Kuningan. Hadir pula jajaran DPPKBP3A, termasuk Kepala Bidang Keluarga Sejahtera dan Kepala Bidang Pengendalian Penduduk, serta para Penyuluh Keluarga Berencana (PKB).
Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan penguatan materi dari PLKB Senior Iis Aisyah, S.Sos., M.AP bersama Duta GenRe, yang menekankan pentingnya optimalisasi PIK Remaja sebagai pusat edukasi, informasi, dan konseling berbasis teman sebaya.
Mewakili Kepala DPPKBP3A Kabupaten Kuningan, Kepala Bidang Keluarga Sejahtera Anwar Nasihin, S.Kom., M.Si menyampaikan bahwa masa remaja merupakan periode penting yang menentukan arah kehidupan seseorang di masa depan.
Menurutnya, remaja saat ini dihadapkan pada beragam tantangan kompleks, seperti persoalan kesehatan reproduksi, penyalahgunaan narkoba, perundungan, hingga tekanan akibat penggunaan media digital yang semakin tinggi.
“PIK Remaja harus hadir sebagai ruang aman bagi generasi muda untuk memperoleh informasi yang benar, sekaligus tempat berbagi tanpa rasa takut dihakimi,” ujarnya.
Ia menegaskan, peran konselor sebaya menjadi kunci dalam membangun komunikasi yang efektif di kalangan remaja. Pasalnya, pendekatan antar teman dinilai lebih mampu menciptakan keterbukaan dalam membahas persoalan pribadi maupun sosial.
Lebih lanjut, Anwar juga mengingatkan pentingnya literasi digital di tengah tingginya penggunaan gadget di kalangan remaja. Tanpa pengelolaan yang baik, hal tersebut berpotensi berdampak pada kesehatan mental dan pola perilaku.
Melalui penguatan kelembagaan ini, Pemkab Kuningan berharap PIK Remaja tidak hanya menjadi wadah formal, tetapi benar-benar berfungsi sebagai agen perubahan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
“PIK Remaja harus inklusif, merangkul semua kalangan, serta menjadi contoh dalam membangun perilaku positif di tengah masyarakat,” tambahnya.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung visi Kuningan Melesat, dengan menciptakan generasi muda yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi di masa depan.

















