Tidak Masuk Program Prioritas, Bagaimana “Pendidikan” Mau Naik Kelas?
KUNINGANSATU.COM – Hardiknas seharusnya menjadi momentum refleksi sekaligus komitmen bersama untuk memajukan kualitas pendidikan nasional. Namun, realitas yang kita hadapi hari ini justru menunjukkan ironi: pendidikan belum benar-benar menjadi prioritas utama dalam arah pembangunan.
Di tengah gencarnya berbagai program strategis nasional, sektor pendidikan sering kali tersisih, tidak menjadi fokus utama dalam kebijakan prioritas. Pertanyaannya sederhana namun mendasar yakni bagaimana mungkin pendidikan bisa “naik kelas” jika tidak ditempatkan sebagai program prioritas?
Ketimpangan pendidikan masih nyata dan terasa. Akses pendidikan berkualitas masih timpang antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Fasilitas pendidikan belum merata, tenaga pendidik masih kekurangan di banyak daerah, dan kualitas pembelajaran belum sepenuhnya menjawab tantangan zaman. Pendidikan belum menjadi alat mobilitas sosial yang adil bagi seluruh rakyat.
Lebih memprihatinkan lagi, nasib guru sebagai ujung tombak pendidikan, masih jauh dari kata sejahtera. Banyak guru honorer yang hidup dalam ketidakpastian, dengan upah yang tidak layak dan tanpa jaminan kesejahteraan yang memadai. Ironis, ketika kita menuntut kualitas generasi masa depan, namun mengabaikan kesejahteraan mereka yang mendidiknya.
Hari Pendidikan Nasional tidak boleh berhenti pada seremoni dan slogan. Ini adalah panggilan untuk keberanian politik: menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama, bukan sekadar pelengkap. Negara harus hadir secara nyata, melalui kebijakan anggaran yang berpihak, pemerataan akses, peningkatan kualitas, serta pemenuhan hak-hak guru secara adil dan bermartabat.
Kami menegaskan bahwa pendidikan adalah fondasi peradaban. Jika fondasi ini rapuh, maka mustahil kita membangun masa depan bangsa yang kokoh. Sudah saatnya kita berhenti berbicara tentang “pendidikan naik kelas” tanpa keberpihakan yang jelas.
Momentum ini harus menjadi titik balik. Pendidikan harus menjadi prioritas, atau kita akan terus berjalan di tempat bahkan tertinggal.
Selamat Hari Pendidikan Nasional.
Bergerak bersama, bukan sekadar merayakan.
Oleh: Azril Perliyansyah, Mahasiswa UM Kuningan

















