Sensasi Makan yang Berbeda! Warkop Janda Hurung Viral karena “Beberewekan” Pemiliknya
KUNINGANSATU.COM,- Di tengah maraknya tempat nongkrong kekinian, sebuah warung makan dengan konsep unik justru mencuri perhatian publik. Berlokasi sederhana namun ramai pengunjung, “Warkop Janda Hurung” yang berada di jalan Eyang weri hadir bukan sekadar menawarkan makanan, melainkan pengalaman makan ditemani “beberewekan” khas sang pemilik.
Warung yang dikelola oleh Novi Chintya Dewi, atau yang akrab disapa Nopi Olly ini mulai dikenal luas setelah sosoknya viral lewat aktivitas live streaming. Dari situlah nama “Warkop Janda Hurung” lahir sebuah julukan yang awalnya muncul spontan dari interaksi dengan penonton, menggambarkan karakter Nopi yang ceplas-ceplos dan penuh energi.
“Awalnya iseng dari live, karena sering dibilang janda yang ‘hurung’ atau ‘gerengseng’. Lama-lama malah jadi identitas,” ujar Nopi saat ditemui, Selasa (28/4/2026).
Usaha kuliner ini sejatinya merupakan pengembangan dari bisnis sebelumnya bernama Kedai Mami Wawa yang dirintis pada 2023. Namun kedai Mami Wawa gulung tikar , momentum rebranding terjadi saat bulan puasa, ketika nama “Janda Hurung” mulai digunakan dan langsung menarik perhatian pelanggan, baik online maupun offline.
Dari sisi menu, warung ini menyediakan berbagai pilihan makanan dengan harga terjangkau. Mulai dari nasi telur Rp11 ribu, nasi ayam Rp15 ribu, hingga camilan seperti kentang goreng dan pisang keju. Sementara untuk menu andalan, Nopi menyebut seblak prasmanan dan bakso aci sayur asin sebagai yang paling diminati.
“Yang paling best seller itu seblak sama bakso aci. Indobrig juga banyak yang cari, karena isinya lengkap tapi tetap murah,” katanya.
Tak hanya mengandalkan rasa dan harga, daya tarik utama Warkop Janda Hurung justru terletak pada suasana. Pengunjung bisa menikmati makanan sambil mendengarkan celotehan khas Nopi yang spontan dan menghibur sesuatu yang jarang ditemukan di tempat makan lain.
Ramainya pengunjung biasanya terjadi pada malam hari, terutama selepas waktu Isya hingga larut malam. Menurut Nopi, keseimbangan antara pesanan online melalui platform GrabFood dan kunjungan langsung menjadi kunci keberlangsungan usahanya.
“Kalau siang relatif , tapi malam itu hampir nonstop ramai. Online sama offline seimbang,” ujarnya.
Dengan konsep sederhana namun autentik, Janda Hurung berhasil membuktikan bahwa keunikan karakter dan keberanian tampil beda bisa menjadi nilai jual kuat di tengah persaingan bisnis kuliner.


















