Sumbu Rakyat Kuningan Soroti Sikap Ketua PGRI Soal LKS Digital, Dinilai Tidak Konsisten

KUNINGANSATU.COM,- Sumbu Rakyat Kuningan menilai sikap Ketua PGRI saat ini tidak konsisten dan cenderung oportunistik dalam menyikapi kebijakan LKS Digital yang digagas oleh Dinas Pendidikan.
Selama bertahun-tahun, praktik penjualan LKS di sekolah berlangsung secara masif. Dalam banyak kasus, pembelian LKS bahkan terkesan dipaksakan kepada siswa dan orang tua. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa LKS tidak lagi sekadar menjadi bahan penunjang pembelajaran, melainkan telah bergeser menjadi komoditas yang membebani masyarakat.
Namun ironisnya, dalam situasi tersebut tidak pernah terdengar suara kritis dari Ketua PGRI, baik terkait kualitas materi LKS maupun ketidakadilan bagi siswa dari keluarga yang tidak mampu membeli.
Hari ini, ketika pemerintah berupaya menghadirkan solusi melalui LKS Digital guna menekan praktik komersialisasi pendidikan, justru muncul kekhawatiran yang seolah-olah sangat prinsipil. Hal ini memunculkan pertanyaan besar: di mana sikap kritis itu ketika masyarakat selama ini menjerit karena beban biaya LKS?
Lebih jauh, kami juga sangat menyayangkan ketidakhadiran Ketua PGRI dalam audiensi resmi bersama Komisi IV DPRD yang secara terbuka membahas persoalan ini. Undangan resmi tidak dihadiri, bahkan tanpa perwakilan. Sikap tersebut menunjukkan ketidakseriusan dalam mencari solusi, namun justru memilih lantang di ruang publik.
Kami memandang, ini bukan semata kritik terhadap kebijakan, tetapi berpotensi menjadi bentuk resistensi terhadap perubahan yang mengganggu pola lama yang selama ini dibiarkan berjalan.
Sumbu Rakyat Kuningan menegaskan bahwa kritik tentu sah dalam demokrasi, namun harus disertai integritas, konsistensi, dan keberanian hadir dalam forum resmi, bukan hanya muncul ketika kebijakan telah berjalan lalu membangun opini secara sepihak.
Kami mengajak semua pihak, termasuk PGRI, untuk berhenti memainkan narasi yang kontradiktif. Jika benar berpihak pada dunia pendidikan dan kepentingan siswa, maka yang harus didorong adalah solusi yang meringankan masyarakat, bukan mempertahankan pola lama yang justru menjadi beban.
Oleh : Genie Wirawan Rafi , Ketua Sumbu Rakyat Kuningan

















