Sineas Muda Kuningan Tunjukkan Taring di Screening Film “Layar Lokal, Cerita Kita”
KUNINGANSATU.COM,- Forum Film Kuningan menggelar kegiatan screening film bertajuk “Layar Lokal, Cerita Kita” di Erion Space, Jalan Baru Awirarangan, Kabupaten Kuningan, Sabtu (8/3/2026). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini menjadi ruang pertemuan para sineas muda untuk menampilkan sekaligus mendiskusikan karya film lokal.
Ketua Forum Film Kuningan, Ence Bagus, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar pemutaran film, tetapi juga menjadi ruang temu dan diskusi bagi para pembuat film di daerah.
Ia mengakui, para sineas di Kuningan memiliki semangat besar untuk berkarya meskipun daerah tersebut belum memiliki bioskop.
“Di Kuningan ini banyak anak muda yang nekat membuat film. Walaupun kita belum punya bioskop, tapi teman-teman tetap berkarya. Mereka percaya bakatnya di dunia film, dan itu tidak menjadi hambatan untuk terus berkreasi,” ujarnya.
Menurut Ence, kegiatan screening ini diharapkan menjadi pemantik agar sineas lokal semakin bersemangat memproduksi film. Ia juga berharap pemutaran film lokal tidak hanya dilakukan di ruang tertutup, tetapi bisa menjangkau masyarakat luas hingga ke kampung-kampung.
“Film sebagus apa pun kalau tidak diputar, hanya akan jadi file di harddisk. Karya yang bagus adalah karya yang sampai kepada penontonnya,” katanya.
Apresiasi terhadap kegiatan ini juga datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Kepala Bidang Industri Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, Rispiaga, yang hadir mewakili kepala dinas.
Ia menilai kegiatan festival atau screening film pendek merupakan langkah awal dalam membangun ekosistem industri perfilman di daerah.
“Industri film biasanya dimulai dari festival atau pemutaran film seperti ini. Dari situ ekosistemnya mulai terbentuk, mulai dari pemetaan potensi, komunitas, hingga infrastruktur pendukung,” ujarnya.
Rispiaga menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat saat ini tengah menyusun peta jalan ekonomi kreatif 2025–2030 yang salah satunya mendorong pengembangan sektor perfilman di daerah.
Menurutnya, potensi sineas lokal di daerah perlu diperkuat melalui jejaring dengan rumah produksi nasional maupun internasional, sehingga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas.
Sementara itu, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar mengapresiasi inisiatif Forum Film Kuningan yang dinilainya mampu membuka ruang kreativitas baru bagi generasi muda.
Ia menyebut film bukan sekadar hiburan, tetapi juga media yang mampu menyampaikan cerita, nilai, dan identitas suatu daerah.
“Film adalah bahasa zaman. Di dalamnya ada filosofi, cara kita memandang kehidupan, dan pesan-pesan yang sangat kuat. Ketika sineas mengangkat cerita lokal, mereka sebenarnya sedang merawat ingatan kolektif masyarakat,” kata Dian.
Dalam kesempatan tersebut, Dian juga mengungkapkan rencana pembangunan bioskop di Kabupaten Kuningan yang diharapkan dapat terealisasi tahun ini.
“Insya Allah kalau tidak ada aral melintang, tahun ini kita akan menghadirkan tiga bioskop di eks lahan Pacuan Kuda. Mudah-mudahan ini bisa menambah semangat bagi sineas muda di Kuningan,” ujarnya.
Ia berharap perkembangan film lokal nantinya tidak hanya memperkuat sektor seni dan budaya, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi kreatif serta mempromosikan potensi daerah.
“Kita berharap suatu saat Kuningan tidak hanya dikenal karena bentang alamnya yang indah, tetapi juga sebagai rumah bagi karya-karya film lokal yang kuat dan membanggakan,” tuturnya.
Melalui kegiatan “Layar Lokal, Cerita Kita”, para sineas muda Kuningan diharapkan semakin solid dan terus menghadirkan karya yang mampu menembus festival film nasional serta memperkenalkan cerita-cerita lokal ke khalayak yang lebih luas.

















