PUI Kuningan Fokus Pendidikan: Kader Dibina, Sekolah Ditata, Guru Sejahtera

KUNINGANSATU.COM,- Organisasi kemasyarakatan Persatuan Umat Islam (PUI) Kabupaten Kuningan menegaskan komitmennya menjadikan sektor pendidikan sebagai fondasi utama gerakan organisasi. Komitmen tersebut tercermin dalam tagline perjuangan yang kini digaungkan, yakni kader dibina, sakola ditata, guru sejahtera.

Tagline tersebut disampaikan perwakilan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PUI Jawa Barat, Cecep Syarif Arifin, saat memberikan sambutan pada Musyawarah Daerah (Musyda) PUI Kuningan. Ia menekankan bahwa pendidikan bukan sekadar program, melainkan instrumen strategis PUI dalam menanamkan nilai-nilai intisab serta membentuk karakter umat yang berakhlak mulia.

“Pendidikan adalah alat perjuangan. Kader harus dibina dengan baik, sekolah-sekolah PUI perlu ditata secara profesional, dan para guru sudah seharusnya mendapat perhatian dari sisi kesejahteraan,” ujar Cecep, Senin (2/2/2026).

Senada dengan itu, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PUI Kuningan Drs. H. Makmur menyampaikan bahwa kontribusi PUI Kuningan dalam pembangunan sumber daya manusia telah berjalan cukup signifikan. Hingga saat ini, PUI Kuningan tercatat mengelola 28 lembaga pendidikan, mulai dari Raudhatul Athfal (RA) hingga Madrasah Aliyah (MA), dengan jumlah peserta didik mencapai sekitar 6.000 siswa.

“Jumlah lembaga dan siswa ini adalah potensi besar. Tinggal bagaimana kita mampu mengelola, menata, dan meningkatkan kualitasnya secara berkelanjutan,” katanya.

Makmur juga menegaskan bahwa Musyda PUI bukan sekadar forum rutin organisasi, melainkan momentum strategis untuk menentukan kepemimpinan ke depan. Sosok ketua yang terpilih diharapkan memiliki kemauan kuat, kapasitas memadai, integritas tinggi, serta kesiapan mewakafkan diri demi kemajuan organisasi.

“Maju atau tidaknya PUI sangat bergantung pada kepemimpinan. Ketua ke depan harus siap berkorban, punya kapabilitas, dan integritas yang tidak diragukan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuningan yang diwakili oleh Ahmad Syahid Ridlo Maulana, selaku Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas), menyatakan kesiapan Kemenag untuk menjalin kolaborasi dengan PUI. Menurutnya, fokus PUI pada bidang dakwah, sosial, dan pendidikan sejalan dengan program yang tengah dijalankan Kemenag.

“Kami membuka ruang seluas-luasnya untuk bersinergi. Tujuan kita sama, yaitu memberikan pelayanan dan dampak nyata bagi masyarakat Kabupaten Kuningan,” ujarnya.

Ridlo menambahkan, Kemenag Kuningan saat ini memiliki sekitar 340 penyuluh agama yang tersebar di seluruh kecamatan. Para penyuluh tersebut siap dilibatkan dalam kerja sama penguatan pendidikan keagamaan, pembinaan umat, serta program sosial bersama organisasi kemasyarakatan seperti PUI.

“Yang terus kita jaga adalah keutuhan NKRI serta dakwah yang menyejukkan, toleran, dan membangun. Semoga kepemimpinan PUI ke depan mampu terus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup