Mahasiswa Kuningan Geram: Korupsi Pejabat Bukan Soal Uang, tapi Mental dan Integritas

KUNINGANSATU.COM,- Gelombang reaksi publik terus mengalir setelah pengungkapan kasus dugaan korupsi proyek Jalan Lingkar Timur Kuningan yang menyeret dua tersangka dari unsur pejabat dan kontraktor. Kali ini, suara keras datang dari kalangan mahasiswa Kuningan yang menilai praktik korupsi bukan hanya masalah hukum, melainkan juga cermin dari krisis moral pejabat publik.Salah satu mahasiswa asal Kuningan, Yoga Sunandar, secara terbuka mengungkapkan kekesalannya terhadap perilaku koruptif pejabat daerah.

“Jujur saja setiap mendengar berita korupsi, apalagi kalau yang kena itu pejabat, saya merasa jengkel,” ujarnya dengan nada kecewa, Kamis (13/11/2025).

Menurut Yoga, pejabat seharusnya menjadi pelayan publik yang mengelola pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat, bukan memperkaya diri sendiri. Ia menilai tindakan manipulasi anggaran di proyek bernilai miliaran rupiah itu sebagai bentuk pengkhianatan terhadap amanah rakyat.

“Harusnya mereka yang ngurus pembangunan buat masyarakat, tapi malah mainin anggaran buat kepentingan sendiri. Kayak kasus di Kuningan ini, uang miliaran yang harusnya buat jalan malah disalahgunakan,” katanya.

Yoga juga mengkritik perilaku rakus sebagian pejabat yang seolah tidak pernah puas dengan fasilitas dan penghasilan yang sudah mereka dapatkan.

“Kadang saya mikir, emang gaji pejabat masih kurang buat kehidupan sehari-harinya? Mereka kan udah punya jabatan, fasilitas, dan gaji tinggi, tapi masih aja tergoda buat nyolong uang rakyat,” sindirnya.

Ia menegaskan, akar korupsi bukan semata soal uang, melainkan soal mental, moral, dan rasa tanggung jawab.

“Korupsi itu sebenarnya bukan cuma soal uang, tapi soal moral dan tanggung jawab. Kalau pejabat nggak punya rasa malu dan hati nurani, seberapa besar pun gajinya, tetap aja bakal merasa kurang,” tutur Yoga.

Dalam pandangannya, perbaikan bangsa tidak bisa hanya mengandalkan penegakan hukum. Diperlukan juga pembenahan budaya integritas di kalangan birokrat dan pejabat daerah.

“Masalahnya bukan di dompet, tapi di mental dan integritas. Kalau dua hal itu rusak, hukum sekeras apa pun nggak bakal cukup,” tegasnya.

Pernyataan Yoga mencerminkan keresahan generasi muda terhadap maraknya kasus korupsi di daerah. Ia berharap penegak hukum, khususnya Polda Jawa Barat, dapat mengusut tuntas kasus Jalan Lingkar Timur Kuningan dan memberikan efek jera bagi pelaku.***

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup