H. Udin Kusnedi Warning Keras! Kuningan Harus Jaga Alam, Jangan Sampai Kayak Aceh!

KUNINGANSATU.COM,- Menyusul kembali viralnya pemberitaan banjir bandang yang melanda Aceh Tenggara dan merendam lima kecamatan, salah satu tokoh Kabupaten Kuningan, H. Udin Kusnedi, memberikan pernyataan tegas agar masyarakat Kuningan tidak lengah terhadap kondisi lingkungan di daerahnya.

Menurutnya, bencana di Aceh harus menjadi cermin sekaligus peringatan keras bagi masyarakat dan pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa kerusakan alam, deforestasi, pembukaan lahan tanpa kendali, dan alih fungsi hutan adalah akar masalah yang bisa terjadi di mana saja, termasuk Kuningan.

“Jangan sampai kejadian di Aceh Tenggara itu terjadi di Kabupaten Kuningan. Kita harus jaga alam bersama-sama. Kalau hutan rusak, air tak bisa lagi ditahan, maka bencana tinggal menunggu waktu,” ujar H. Udin Kusnedi dalam keterangannya, Rabu (30/11/2025).

Ia juga menyoroti sejumlah wilayah di Kuningan yang mulai mengalami tekanan lingkungan akibat meningkatnya pembangunan, pembukaan lahan di kawasan perbukitan, serta melemahnya fungsi daerah tangkapan air. Menurutnya, gejala-gejala kerentanan terhadap bencana sudah terlihat dan perlu ditangani secara serius.

“Kuningan ini dianugerahi kawasan konservasi dan pegunungan. Tapi kalau tidak dirawat, kalau bukit dibuka sembarangan, kalau aliran sungai dipersempit, kita bisa mengalami hal serupa.” tambah Jiud sapaan akrabnya.

H. Udin Kusnedi yang juga merupakan ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Kuningan ini mengajak masyarakat, pelaku usaha, hingga pemerintah daerah agar bersatu menjaga kawasan hulu, tidak melakukan pembukaan lahan secara sporadis, serta memperketat pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi merusak ekosistem.

Ia berharap pemerintah daerah memperkuat kebijakan lingkungan, terutama pengendalian alih fungsi lahan dan pemulihan daerah yang mulai mengalami kerusakan.

“Mari kita jaga alam, karena ketika alam rusak, tidak ada yang bisa selamat. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tapi tugas kita semua,” tandasnya.

Pernyataan ini menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat Kuningan bahwa ancaman bencana hidrometeorologi bisa terjadi kapan saja jika keseimbangan alam tidak dijaga.***

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup