Arthestic Short Movie Festival UNISA Kuningan, Panggung Kreativitas Pelajar Ciayumajakuning

KUNINGANSATU.COM,- Kreativitas pelajar di wilayah Ciayumajakuning mendapat panggung apresiasi melalui gelaran Arthestic Short Movie Festival (ASMF) yang diselenggarakan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Arthestic Universitas Islam Al-Ihya (UNISA) Kuningan. Acara puncak berlangsung pada Sabtu, (28/3/26) , di kampus UNISA Kuningan dan diikuti pelajar SMA/SMK sederajat dengan antusias tinggi.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi UKM Arthestic dengan Teater Sado sebagai dewan juri serta dukungan dari Pixy Cosmetic Cirebon yang mengisi sesi Beauty Class. Festival ini menghadirkan dua agenda utama, yakni kompetisi film pendek dan workshop kecantikan.
Dalam kompetisi film pendek, peserta menampilkan karya berdurasi 6 hingga 10 menit dengan tema yang dekat dengan kehidupan remaja. Proses penilaian dilakukan secara profesional oleh dewan juri yang memiliki latar belakang seni dan perfilman, sehingga menghasilkan penilaian yang objektif.
Sementara itu, sesi Beauty Class yang dipandu oleh Dwi Saniyya memberikan pembekalan kepada peserta terkait teknik makeup natural serta pentingnya membangun citra diri positif. Materi ini dinilai relevan, terutama bagi pelajar yang ingin tampil percaya diri, baik dalam keseharian maupun di depan kamera.
Rangkaian ASMF dimulai sejak pembukaan pendaftaran pada 19 Januari hingga 14 Februari 2026, dilanjutkan dengan technical meeting pada 14 Februari. Peserta kemudian memasuki tahap produksi dan pengumpulan karya pada 15 Februari hingga 16 Maret. Proses penjurian berlangsung pada 16–18 Maret, sebelum pengumuman pemenang pada 24 Maret 2026. Seluruh rangkaian ditutup dengan awarding di acara puncak pada 28 Maret.
Tak hanya itu, panitia juga menghadirkan fasilitas pendukung seperti photobooth yang menambah kemeriahan acara serta menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta.
Ketua pelaksana menyampaikan, festival ini digagas sebagai wadah bagi pelajar untuk menyalurkan potensi kreatif mereka. Ia menegaskan, banyak karya anak muda yang selama ini hanya tersimpan di ponsel dan belum mendapatkan ruang apresiasi.
“Kami ingin karya-karya itu bisa tampil dan dinikmati lebih luas, sekaligus menjadi motivasi bagi pelajar lain untuk terus berkarya,” ujarnya.
Melalui penyelenggaraan ASMF, UKM Arthestic berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin yang tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan inspirasi. Selain itu, festival ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan industri kreatif di daerah.

















