Kuningan Jadi Incaran Investor, Andi Gani Ingatkan Keseimbangan Industri dan Alam
KUNINGANSATU.COM,- Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan industri dan kelestarian lingkungan di Kabupaten Kuningan. Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri kegiatan Senandung Ramadan yang digelar di Pendopo Kabupaten Kuningan, Senin (9/3/2026).
Menurut Andi Gani, saat ini Kuningan mulai dilirik oleh sejumlah investor besar. Bahkan dalam waktu dekat beberapa pabrik direncanakan akan mulai beroperasi di wilayah tersebut. Namun ia menegaskan, masuknya industri tidak boleh mengorbankan kawasan konservasi yang selama ini menjadi identitas dan kekuatan lingkungan Kuningan.
“Sekarang Kuningan banyak dilirik investor. Dalam waktu dekat ada beberapa pabrik yang akan buka. Tetapi pesan saya, ketika pabrik itu berdiri, keseimbangan konservasi harus tetap terjaga,” ujarnya.
Ia menilai, pembangunan industri memang penting karena mampu membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal. Namun di sisi lain, pemerintah daerah harus memastikan kawasan konservasi tetap terlindungi agar tidak terjadi kerusakan lingkungan di masa depan.
Menurutnya, industri tidak boleh sepenuhnya mendominasi arah pembangunan daerah. Sebaliknya, Kuningan juga tidak seharusnya menutup diri dari investasi karena sektor industri dapat menjadi solusi penyerapan tenaga kerja.
“Industri tidak boleh mengalahkan konservasi. Tetapi kita juga tidak boleh menutup diri dari industri, karena itu bisa menjadi dorongan agar angkatan kerja di Kuningan dapat tertampung di daerahnya sendiri,” katanya.
Andi Gani juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap proses perizinan dan tata kelola pembangunan industri. Ia meminta agar dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) serta Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) diterapkan secara ketat.
Hal itu,perlu dilakukan agar tidak terjadi penyalahgunaan tata ruang ataupun dampak lingkungan yang merugikan masyarakat di masa mendatang.
“AMDAL harus ketat, RTRW juga harus benar-benar dijalankan. Ini penting supaya tidak terjadi penyalahgunaan ke depan,” jelasnya.
Di sisi lain, ia memahami kebutuhan daerah untuk membuka peluang investasi, mengingat setiap tahun jumlah angkatan kerja di Kabupaten Kuningan terus bertambah.
Karena itu, ia berharap pemerintah daerah mampu menyeimbangkan dua kepentingan tersebut, yakni membuka peluang investasi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
“Saya yakin Pak Bupati akan mempercepat perizinan, apalagi jika investasi itu bisa menyerap banyak tenaga kerja. Itu memang kebutuhan Kuningan. Tetapi sekali lagi, konservasi harus tetap dijaga,” pungkasnya.
















