Kemanusiaan di Atas Segalanya: Waroeng Rakyat dan 3 BEM Kuningan Suarakan Stop Perang!
KUNINGANSATU.COM,- Komunitas Waroeng Rakyat bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari sejumlah kampus di Kabupaten Kuningan menggelar aksi kemanusiaan bertajuk Ramadhan Kareem dengan tema “Stop Perang, Kemanusiaan di Atas Segalanya”, Minggu (8/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung di kawasan pertokoan Siliwangi itu diisi dengan orasi perdamaian, pertunjukan musik, serta pembagian ratusan paket takjil kepada masyarakat yang melintas menjelang waktu berbuka puasa.
Aksi tersebut menggandeng BEM dari beberapa kampus di Kuningan, di antaranya Universitas Islam Al-Ihya (UNISA), STKIP Muhammadiyah Kuningan, Universitas Muhammadiyah Kuningan, dan Universitas Bhakti Husada Indonesia (UBHI). Melalui kegiatan ini, mereka menyuarakan pesan kemanusiaan sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap konflik yang terjadi di berbagai belahan dunia.
Koordinator kegiatan, Anggi Alamsyah, mengatakan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian generasi muda terhadap meningkatnya eskalasi konflik global, khususnya di kawasan Timur Tengah.
“Stop perang! Kemanusiaan di atas segalanya,” tegas Anggi saat menyampaikan orasi di hadapan peserta dan masyarakat yang berkumpul di lokasi kegiatan.
Menurutnya, peperangan yang terjadi antarnegara hanya akan menimbulkan dampak kemanusiaan yang luas, mulai dari korban jiwa hingga krisis sosial yang berkepanjangan.
“Kami mengambil sikap bersama teman-teman bahwa peperangan hanya akan menimbulkan dampak negatif yang cukup luas. Akan jauh lebih baik jika dunia mengedepankan kedamaian dan perdamaian,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua BEM Universitas Islam Al-Ihya Kuningan, Muhamad Saefulloh Rohman, dalam orasinya menegaskan bahwa nilai kemanusiaan harus ditempatkan di atas kepentingan politik maupun konflik antarnegara.
“Kita ingin mengirimkan pesan kepada dunia bahwa manusia harus ditempatkan di atas kepentingan politik. Nyawa manusia jauh lebih berharga daripada wilayah, dan perdamaian jauh lebih mulia dibanding kemenangan dalam peperangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, sejarah kelak tidak hanya mencatat siapa yang paling kuat dalam konflik, tetapi siapa yang berani membela kemanusiaan.
Selain orasi, panitia juga membagikan sekitar 500 paket takjil kepada masyarakat yang melintas di kawasan tersebut. Antusiasme warga terlihat tinggi. Tidak sampai 15 menit, ratusan paket takjil yang disiapkan panitia habis dibagikan menjelang waktu magrib.
Melalui kegiatan tersebut, Waroeng Rakyat bersama mahasiswa berharap pesan perdamaian dapat terus bergema dan menjadi pengingat bahwa kemanusiaan harus menjadi nilai utama di tengah berbagai konflik global.
















