Milad SMKN 1 Japara Jadi Alarm Pendidikan Vokasi, Ini Pesan Shohibul Imam

KUNINGANSATU.COM,- Peringatan Milad ke-16 SMKN 1 Japara dimaknai sebagai momentum strategis untuk meninjau perjalanan sekaligus menentukan arah pengembangan sekolah ke depan. Hal tersebut disampaikan Shohibul Imam Anggota DPR RI Komisi XIII saat ditemui di sela-sela rangkaian kegiatan milad di SMKN 1 Japara Selasa (28/1/26).
Menurutnya, peringatan hari jadi sekolah tidak sebatas seremonial, melainkan harus menjadi ruang refleksi atas berbagai capaian dan tantangan yang dihadapi lembaga pendidikan vokasi.
“Milad ini adalah fase evaluasi. Dari penjelasan Kepala Sekolah, saya melihat SMKN 1 Japara telah melakukan banyak terobosan, baik dari sisi pengembangan sarana fisik maupun peningkatan kualitas nonfisik. Ini tentu patut diapresiasi,” ujarnya.
Meski demikian, Shohibul Imam menegaskan bahwa capaian tersebut perlu diimbangi dengan keberanian melakukan introspeksi, terutama dalam memastikan kesesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia industri.
Ia menilai, keterlibatan industri secara langsung dalam proses pendidikan menjadi indikator penting keberhasilan sekolah vokasi. Kehadiran industri yang melakukan rekrutmen langsung di lingkungan sekolah disebutnya sebagai contoh konkret praktik link and match.
“Ketika ada industri datang dan melakukan seleksi, lalu lulusan SMKN 1 Japara diterima bekerja, itu artinya kompetensi yang dibangun di sekolah memang relevan dan dibutuhkan,” jelasnya.
Shohibul Imam juga menekankan bahwa lulusan SMK harus dipersiapkan dengan pilihan yang jelas, baik untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
“Tidak semua harus diarahkan menjadi pekerja atau pengusaha. Yang terpenting adalah anak-anak dibekali keahlian yang sesuai dengan potensi dan peluang yang ada,” katanya.
Ia turut menyoroti tantangan besar yang dihadapi generasi muda saat ini, khususnya di era digital yang serba cepat. Menurutnya, SMK dituntut lebih adaptif dalam membaca kebutuhan pasar kerja masa depan, terutama di bidang teknologi.
“Ke depan, profesi yang berkaitan dengan Artificial Intelligence dan keamanan siber akan sangat dibutuhkan. Hampir semua sistem berbasis digital, dan itu membutuhkan tenaga yang mampu menjaga serta mengelolanya,” ujarnya.
Shohibul Imam menambahkan, pemanfaatan teknologi digital yang kini akrab di kalangan pelajar harus diarahkan secara positif agar menjadi bekal produktif, bukan sekadar konsumsi informasi.
Sebagai putra daerah Japara, ia mengaku memiliki harapan besar terhadap SMKN 1 Japara agar terus melahirkan generasi unggul yang mampu berkontribusi bagi kemajuan daerah.
“Kita ingin lulusan SMKN 1 Japara bisa berperan dalam membangun Kuningan, baik di daerah sendiri maupun di luar,” tuturnya.
Ia menutup dengan menegaskan bahwa keberadaan SMK memiliki peran strategis dalam menekan angka pengangguran melalui penciptaan tenaga kerja terampil dan wirausaha muda.
“SMK harus menjadi bagian dari solusi, baik dengan menyiapkan lulusan siap kerja maupun mendorong lahirnya pencipta lapangan kerja baru,” pungkasnya.


















