Usai Aksi di Gedung Sate, Alamku: Minggu Ini Janji Pemprov Jabar Harus Dibuktikan

KUNINGANSATU.COM,- Ratusan warga Kabupaten Kuningan yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Kuningan (Alamku) menggelar aksi moral bertajuk “Mapag Bapa Aing” di depan Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (6/1/2026). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan sekaligus tuntutan agar Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), turun langsung melihat kondisi kerusakan lingkungan di kawasan Gunung Ciremai.

Sekitar 200 massa aksi yang diberangkatkan menggunakan tiga bus dari Kuningan mulai memadati Gedung Sate sejak pukul 09.00 WIB. Mereka menyuarakan seruan “Save Ciremai”, sembari membentangkan tuntutan agar Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera menindak persoalan alih fungsi lahan dan dugaan penyalahgunaan sumber daya air di kawasan Gunung Ciremai.

Koordinator lapangan aksi, Ismah Winartono, mengaku kecewa lantaran tidak mendapat tanggapan langsung dari Gubernur Jawa Barat. Menurutnya, kehadiran massa ke Gedung Sate merupakan upaya terakhir masyarakat untuk menyampaikan kegelisahan atas rusaknya tatanan lingkungan Ciremai.

“Kami jauh-jauh datang dari Kuningan dengan harapan bisa bertemu langsung dengan Kang Dedi Mulyadi, yang selama ini dikenal vokal soal kelestarian alam. Tapi hari ini kami pulang dengan rasa sedih dan kecewa karena tidak mendapat tanggapan serius,” ujar Ismah usai aksi.

Hal senada disampaikan korlap lainnya, Yusuf Dandi Asih. Ia menjelaskan, tujuan utama aksi adalah mengajak Gubernur Jawa Barat datang langsung ke Kuningan untuk melihat titik-titik kerusakan yang dinilai menjadi pemicu degradasi lingkungan Gunung Ciremai.

“Dari pagi kami mencoba menembus birokrasi Gedung Sate. Bahkan untuk sekadar video call dengan Sekda Provinsi saja kami harus melalui dinamika yang panjang dan melelahkan,” ungkap Yusuf.

Meski demikian, aksi tersebut akhirnya mendapat respons dari Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat melalui sambungan video call. Dalam komunikasi itu, Sekda menyatakan menerima dua tuntutan utama massa aksi, yakni penataan lahan dan alih fungsi kawasan Gunung Ciremai, serta penertiban legalitas penggunaan air di sekitar kawasan tersebut.

Yusuf menambahkan, Sekda Jawa Barat juga menyampaikan janji akan turun langsung ke Kabupaten Kuningan dalam pekan ini bersama tim, untuk meninjau lokasi-lokasi yang dikeluhkan warga. Janji tersebut, kata Yusuf, disampaikan pula secara tertulis melalui pesan WhatsApp.

“Kami akan menagih janji ini. Minggu ini adalah deadline. Kami juga dijanjikan akan dilibatkan dalam proses peninjauan dan penindakannya,” tegasnya.

Sementara itu, korlap lainnya, Imam, menegaskan bahwa aksi tidak akan berhenti apabila janji tersebut tidak direalisasikan. Ia menyebut, masyarakat siap melanjutkan perjuangan ke tingkat yang lebih tinggi.

“Kalau sampai minggu ini tidak ada tindak lanjut, kami akan melanjutkan aksi ke Istana. Ini bukan ancaman, tapi bentuk keseriusan kami menjaga Ciremai,” katanya.

Menutup aksi, Ismah Winartono mengajak seluruh masyarakat Kuningan untuk terus mendoakan dan mendukung perjuangan penyelamatan Gunung Ciremai. Ia berharap Gubernur Jawa Barat berkenan hadir langsung agar mengetahui kondisi riil di lapangan.

“Kami mencintai Kang Dedi Mulyadi. Jangan sampai rakyat Kuningan dianggap anak tiri. Gunung Ciremai adalah ibu bagi kami. Jika ia terus dirusak, maka bencana yang akan kami terima,” ujarnya.

Aksi berlangsung tertib dan ditutup dengan pembersihan area Gedung Sate oleh massa aksi, sebelum mereka kembali ke Kuningan dengan satu seruan bersama: “Save Ciremai!”

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup