Bambang Hermawan Nilai Kritik Arunika Terlalu Negatif: Lihat Juga Sisi Plus-Nya!

KUNINGANSATU.COM,- Polemik ekspansi kawasan wisata Arunika terus berkembang dan memantik berbagai pandangan. Setelah gelombang kritik dari warga Palutungan, Aktivis, hingga Presidium Pergerakan Kuningan, kini muncul suara berbeda dari tokoh masyarakat Purwawinangun, Bambang Hermawan, yang menilai pernyataan sebagian pihak terhadap Arunika terlalu mengarah pada penilaian negatif dan cenderung tendensius.

Bambang berpendapat bahwa diskusi publik terkait Arunika sejauh ini lebih banyak menonjolkan potensi masalah tanpa mempertimbangkan sisi positif yang telah dirasakan masyarakat. Menurutnya, pembangunan wisata selalu memiliki dua sisi yakni manfaat dan risiko. Karena itu, ia menilai tidak adil jika hanya menyoroti ancaman dan dampak lingkungan tanpa melihat kontribusi sektor pariwisata terhadap ekonomi lokal.

“Padahal semuanya banyak plus atau minus. Tapi sayang yang dilihat minusnya saja, tanpa dilihat plus-nya yang menjadikan Kabupaten Kuningan mempunyai obyek wisata yang luar biasa,” ujar Bambang, Minggu (30/11/2025).

Ia menekankan bahwa Arunika telah membawa dampak ekonomi, membuka lapangan kerja bagi warga sekitar, dan menjadi salah satu destinasi yang meningkatkan daya tarik Kabupaten Kuningan di sektor pariwisata.

Pria yang akrab disapa Adonk ini juga mengingatkan bahwa setiap pembangunan harus dilihat dari berbagai sudut pandang sebelum dihakimi. Menurutnya, publik perlu bersikap lebih objektif dan menahan diri dari penilaian sepihak.

“Sebelum memutuskan, alangkah bijaknya menimbang dan mengkoreksi dulu. Jangan sampai berpikiran negatif terus tanpa melihat positifnya,” ungkapnya.

Ia menilai kritik tetap penting sebagai kontrol sosial, namun harus disampaikan dengan data yang seimbang dan tidak mengabaikan dampak baik yang juga dirasakan masyarakat. Bambang menambahkan bahwa pemerintah daerah tentu sudah mempertimbangkan aspek-aspek tertentu dalam memberi izin, sehingga diskursus publik idealnya diarahkan pada perbaikan, bukan sekadar penolakan.

Pernyataan Bambang menambah warna baru dalam polemik Arunika, menunjukkan bahwa masyarakat Kuningan memiliki pandangan yang beragam terkait ekspansi tersebut. Sementara sebagian pihak menekankan risiko ekologis, ketidakjelasan tata ruang, dan lemahnya pengawasan, ada pula pihak yang melihat potensi besar sektor wisata sebagai motor ekonomi.

Hingga kini, respons resmi dari pemerintah daerah dan pemerintah provinsi masih dinantikan publik. Perdebatan soal Arunika diperkirakan masih berlanjut, seiring warga Kuningan menunggu langkah konkret untuk menyeimbangkan kepentingan lingkungan, tata ruang, dan kemajuan pariwisata.***

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup