Hari Ayah Nasional di TK Alam IT Fajar Shidiq, Ustadz Udin: Ayah Hadir, Anak Hebat!

KUNINGANSATU.COM,- Setiap tanggal 12 November, Indonesia memperingati Hari Ayah Nasional, momen untuk menghargai peran ayah dalam keluarga dan menegaskan pentingnya kehadiran mereka dalam perkembangan anak. Hari ini bukan sekadar seremonial, melainkan panggilan bagi setiap ayah untuk merenungkan sejauh mana kehadiran mereka membentuk masa depan anak-anak.

Dalam semangat Hari Ayah Nasional, Ust. Udin Saprudin hadir di TK Alam IT Fajar Shidiq, Sabtu (8/11/2025), untuk memberikan motivasi kepada para orang tua khusunya para Ayah. Udin menekankan bahwa kehadiran ayah lebih dari sekadar materi; ia adalah fondasi karakter, moral, dan spiritual anak.

“Banyak anak saat ini menjadi ‘yatim sebelum waktunya’ karena kehilangan figur ayah. Kehilangan ini bukan hanya soal fisik, tapi juga emosional, moral, dan spiritual,” ujar Ust. Udin.

Fenomena ini dikenal sebagai fatherless. Berdasarkan data BPS 2024, sekitar 20,1% anak di Indonesia tumbuh tanpa sosok ayah, menjadikan Indonesia sebagai negara kedua dengan angka fatherless tertinggi di dunia.

Menurut Ust. Udin, dampak fatherless sangat nyata dan luas. Anak yang tumbuh tanpa figur ayah sering mengalami kekosongan emosional, kehilangan identitas diri, gangguan pembentukan karakter dan moral, rendah diri, kesulitan mengelola emosi, bahkan kehilangan arah spiritual dan kendali hidup.

“Anak-anak membutuhkan figur ayah untuk menuntun mereka memahami batasan, disiplin, dan nilai-nilai kehidupan,” tambahnya.

Ust. Udin menekankan prinsip utama dalam pengasuhan diantaranya:

  1. Anak adalah amanah yang harus dijaga dan dibimbing,
  2. Orang tua adalah guru pertama dan utama,
  3. Sekolah hanyalah salah satu jalan menuju kesuksesan anak.

Semua ini, kata Ust. Udin, harus dipahami dengan kesadaran penuh oleh setiap ayah.

Selain itu, ia menekankan bahwa karakter anak dibentuk dari dua sumber utama yakni disiplin yang ditanamkan ayah dan kasih sayang yang diberikan ibu.

“Disiplin tanpa kasih sayang akan keras, dan kasih sayang tanpa disiplin akan lemah. Kombinasi keduanya akan menciptakan anak yang kuat, berkarakter, namun tetap hangat hatinya,” ujarnya.

Dalam sesi motivasi, Ust. Udin juga mengajak para ayah untuk melakukan refleksi apakah selama ini mereka benar-benar hadir dalam momen-momen penting anak, seperti saat belajar, bermain, atau sekadar mendengarkan curahan hati mereka?

“Hadir bukan hanya fisik, tapi hadir sepenuh hati,” tegasnya.

Para orang tua yang hadir tampak terinspirasi dan bersemangat untuk memperbaiki kualitas kehadiran mereka bagi anak-anak. Mereka diajak menyadari bahwa investasi waktu, perhatian, dan kasih sayang lebih berharga daripada sekadar materi atau fasilitas.

Ust. Udin juga menyampaikan pesan motivasi yang kuat setiap ayah memiliki kesempatan untuk menjadi pahlawan bagi anak-anaknya. Kehadiran, perhatian, dan pengasuhan yang konsisten dapat membentuk generasi masa depan yang berkarakter, percaya diri, dan berakhlak mulia.***

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. Jasmine591

    https://shorturl.fm/Kz1xm

    Reply
Sudah ditampilkan semua
Tutup