Lewat Podcast, Mahasiswa UIN Siber Cirebon Bahas Kenakalan Remaja dan HIV/AIDS

KUNINGANSATU.COM,- Isu kenakalan remaja dan HIV/AIDS menjadi perhatian mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Melalui media podcast, mahasiswa mencoba mengemas edukasi tentang kehidupan remaja dan kesehatan dengan bahasa yang lebih dekat dengan generasi muda.

Kegiatan pembuatan podcast tersebut berlangsung di Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Cirebon, Rabu (23/9/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian program mahasiswa selama menjalani PPL di lembaga tersebut.

Pemilihan podcast sebagai media edukasi bukan tanpa alasan. Mahasiswa melihat media digital sebagai salah satu sarana yang cukup dekat dengan keseharian generasi muda. Informasi yang biasanya disampaikan secara formal kemudian dikemas dalam bentuk percakapan agar lebih ringan dan mudah dipahami.

Dalam podcast tersebut, mahasiswa membahas persoalan kenakalan remaja yang dinilai tidak terlepas dari lingkungan pergaulan dan berbagai pengaruh di sekitar mereka. Masa remaja menjadi periode ketika seseorang mulai mengenal lebih banyak lingkungan, mengambil keputusan sendiri, sekaligus menghadapi berbagai konsekuensi dari pilihan yang dibuat.

Karena itu, pembahasan diarahkan pada pentingnya pengendalian diri dan kemampuan mengambil keputusan secara bertanggung jawab. Mahasiswa mengajak remaja untuk lebih mempertimbangkan dampak dari setiap tindakan sebelum mengambil sebuah pilihan.

“Fase remaja itu tahap awal mencari jati diri, sehingga penting untuk mengontrol diri,” ujar salah satu mahasiswa PPL, Pera.

Selain kenakalan remaja, isu HIV/AIDS turut menjadi materi yang dibicarakan. Mahasiswa berusaha memberikan informasi mengenai HIV/AIDS dengan bahasa sederhana agar pendengar mendapatkan pemahaman yang tepat dan tidak terjebak pada informasi yang keliru.

Pembahasan mengenai HIV/AIDS dinilai penting mengingat informasi mengenai kesehatan dapat dengan mudah ditemukan di media sosial. Namun, tidak seluruh informasi yang beredar dapat dijadikan rujukan. Karena itu, mahasiswa menekankan pentingnya memperoleh informasi dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.

Format podcast dipilih agar pembahasan mengenai HIV/AIDS tidak terasa terlalu kaku. Melalui percakapan, materi kesehatan dikemas menjadi obrolan yang lebih mudah diikuti oleh pendengar, khususnya kalangan remaja.

Bagi mahasiswa PPL, proses tersebut sekaligus menjadi pengalaman dalam menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan. Mereka tidak hanya dituntut memahami materi, tetapi juga belajar menentukan cara penyampaian pesan berdasarkan karakter sasaran.

Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memanfaatkan perkembangan media digital sebagai sarana komunikasi sosial. Informasi mengenai kesehatan dan persoalan remaja dapat disampaikan melalui media yang sudah akrab dengan kehidupan generasi muda.

Penggabungan tema kenakalan remaja dan HIV/AIDS dalam satu podcast diharapkan dapat membuka ruang edukasi yang lebih luas. Remaja tidak hanya diajak memahami risiko dari lingkungan pergaulan, tetapi juga didorong untuk lebih peduli terhadap kesehatan dan mampu mencari informasi dari sumber yang tepat.

Kegiatan tersebut sekaligus mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, khususnya melalui upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran mengenai kesehatan di kalangan generasi muda.

Bagi mahasiswa PPL, pengalaman membuat podcast tersebut menjadi bagian dari proses belajar di lapangan. Media digital tidak hanya digunakan sebagai sarana hiburan, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan edukasi dan menjangkau masyarakat dengan cara yang lebih relevan dengan perkembangan zaman.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup