Kebakaran TPSA Ciniru Hari ke-7, Status Penanganan Bakal Dinaikkan? Ini Kata BPBD

KUNINGANSATU.COM,- Penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Ciniru, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, memasuki hari ketujuh, Selasa (18/8/2026). Meski kondisi kebakaran mulai menunjukkan penurunan dibandingkan hari-hari sebelumnya, petugas masih harus berjibaku dengan sejumlah titik panas yang berpotensi kembali memunculkan api dan kabut asap.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, S.STP., mengatakan hasil pemetaan ulang di lokasi menunjukkan kondisi kebakaran secara umum mulai membaik.

Namun, kondisi tersebut belum membuat petugas dapat menghentikan penanganan. Sejumlah titik, khususnya di area tengah TPSA, masih memiliki suhu tinggi dan membutuhkan proses pendinginan secara terus-menerus.

“Kalau dibandingkan dengan awal, sekarang cukup lumayan. Cuma yang masih banyak itu di area tengah. Ada beberapa titik yang suhunya sudah di bawah 40, tapi masih berpotensi kabut asap. Ada juga yang suhunya sampai 60 derajat,” ujar Indra saat ditemui di TPSA Ciniru, Selasa (18/8/2026).

Menurut Indra, suhu di bawah 40 derajat Celsius sekalipun belum sepenuhnya aman. Kondisi tersebut masih memungkinkan munculnya kabut asap, terlebih ketika terdapat material sampah yang menyimpan panas di bagian dalam.

Karena itu, strategi penanganan saat ini lebih difokuskan pada pendinginan titik-titik yang masih panas. Petugas juga mewaspadai potensi munculnya kembali api, terutama ketika malam hari.

“Fokus pendinginan nanti di situ. Karena kadang-kadang malam muncul lagi, start lagi,” katanya.

Indra menjelaskan, kebakaran di area timbunan sampah memiliki karakter berbeda dengan kebakaran biasa. Api yang terlihat padam di permukaan belum tentu menandakan kondisi di dalam timbunan sudah benar-benar aman.

Panas yang masih tersimpan di dalam tumpukan sampah dapat kembali memicu munculnya api maupun asap. Kondisi inilah yang membuat proses pendinginan menjadi bagian penting dalam penanganan kebakaran TPSA Ciniru.

Sementara terkait kemungkinan peningkatan status Ketanggap daruratan , BPBD Kabupaten Kuningan belum mengambil keputusan. Menurut Indra, lamanya kejadian hingga memasuki hari ketujuh tidak serta-merta menjadi dasar untuk meningkatkan status.

Pembahasan akan dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten Kuningan dengan melibatkan BPBD Provinsi Jawa Barat serta pihak terkait lainnya.

“Tidak serta-merta. Nanti kita dengan teman-teman, termasuk konsultasi ke BPBD Provinsi dan yang terkait lainnya,” jelasnya.

Salah satu pertimbangan dalam menentukan status penanganan, lanjut Indra, adalah dampak yang ditimbulkan terhadap masyarakat. Hingga saat ini, laporan mengenai warga yang mengalami dampak langsung akibat asap belum menunjukkan kondisi yang signifikan.

Meski demikian, pekerjaan petugas di lapangan masih belum selesai. Tantangan terbesar adalah menjaga agar titik-titik panas yang sudah ditangani tidak kembali berkembang menjadi titik api.

Dengan kondisi tersebut, BPBD bersama petugas dan unsur terkait masih melanjutkan pemantauan serta pendinginan di sejumlah bagian TPSA Ciniru. Area tengah menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian karena masih ditemukan suhu tinggi hingga sekitar 60 derajat Celsius.

Penanganan pun dilakukan secara bertahap untuk memastikan panas di dalam timbunan benar-benar turun dan risiko munculnya kembali kebakaran dapat ditekan.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup