Petugas Berjibaku Hampir Sepekan, H. Udin PAN Bawa Minuman hingga Vitamin ke TPSA Ciniru

KUNINGANSATU.COM – Kepedulian terhadap para petugas yang berjibaku memadamkan kebakaran di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Ciniru, Kabupaten Kuningan, terus berdatangan.

Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Kuningan periode 2026–2030 melalui H. Udin Kusnaedi, S.E., turut memberikan dukungan kepada petugas gabungan yang masih berjibaku menangani kebakaran di lokasi tersebut.

Udin datang ke TPSA Ciniru dengan membawa sejumlah bantuan berupa minuman energi, minuman isotonik, susu, serta vitamin. Bantuan tersebut diberikan untuk menunjang kondisi fisik para petugas yang telah bekerja keras memadamkan api selama hampir sepekan.

“Ya, ini kita juga sebagai warga masyarakat. Kebetulan lokasi ini kan berdekatan dengan wilayah kita. Dengan kondisi seperti ini kita ada sedikit kepedulianlah untuk rekan-rekan yang sedang berusaha mati-matian memadamkan api yang kelihatannya sudah hampir tujuh hari,” ujar Udin saat ditemui di lokasi, Selasa (18/8/26).

Menurutnya, kebutuhan para petugas di lapangan bukan hanya makanan, tetapi juga minuman dan asupan tambahan untuk menjaga stamina selama menjalankan tugas.

“Kita ada bawa minuman energi, ada Pocari, ada Bear Brand, ada vitamin. Itu juga mungkin yang mereka butuhkan. Kalau makanan saya yakin banyak, insya Allah yang lain juga pada peduli,” katanya.

Udin berharap kebakaran di TPSA Ciniru dapat segera ditangani dan tidak menimbulkan dampak yang semakin luas bagi masyarakat sekitar.

Di sisi lain, ia menilai persoalan kebakaran TPSA harus menjadi momentum untuk melihat persoalan sampah secara lebih luas. Menurutnya, sampah tidak semestinya dipandang sebagai musuh, melainkan harus dikelola dengan pendekatan yang lebih baik dan berkelanjutan.

“Yang harus kita pahami bahwa sampah itu jangan dijadikan sebagai musuh kita. Kita harus lebih dewasa, bagaimana penanganan sampah ini ke depannya lebih bagus,” ungkapnya.

Ia menilai persoalan sampah tidak bisa dianggap sederhana. Pertumbuhan jumlah penduduk dan meningkatnya konsumsi masyarakat, kata dia, secara otomatis akan berdampak terhadap meningkatnya volume sampah.

Atas dasar itu, Udin mengungkapkan bahwa PAN Kabupaten Kuningan telah dan sedang menyampaikan masukan melalui fraksi partainya, baik di DPRD tingkat provinsi maupun DPR RI, agar persoalan pengelolaan sampah mendapat perhatian lebih serius.

“Ini bukan hanya di Kabupaten Kuningan. Ini adalah persoalan secara nasional. Dengan bertambahnya jumlah penduduk, bertambahnya masyarakat, bertambahnya konsumsi pangan, sampah akan semakin banyak,” jelasnya.

Udin juga mengaku telah berkomunikasi dengan Herry Dermawan, anggota DPR RI dari Fraksi PAN, untuk menyampaikan kondisi kebakaran TPSA Ciniru. Ia berharap pemerintah pusat dapat memberikan dukungan kepada Kabupaten Kuningan, khususnya dalam penanganan sampah dan penguatan sarana pemadam kebakaran.

“Saya tadi telepon, saya laporkan bahwa kondisi di Kabupaten Kuningan seperti ini. Saya juga minta bantuan beliau agar Kabupaten Kuningan mendapatkan bantuan, salah satunya untuk penanganan sampah dan mobil pemadam kebakaran,” tuturnya.

Menurut Udin, bantuan tersebut nantinya bukan untuk kepentingan kelompok tertentu, melainkan untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Kuningan secara keseluruhan.

“Mudah-mudahan cepat terealisasi. Ini bukan untuk kita, untuk semua, untuk warga masyarakat Kuningan,” katanya.

Udin juga memberikan apresiasi kepada seluruh petugas gabungan yang hingga kini masih bertahan di lokasi dan berupaya mengendalikan kebakaran.

Ia menyebut perjuangan para petugas patut mendapat penghargaan karena mereka tidak menyerah meski proses pemadaman berlangsung berhari-hari.

“Apresiasi setinggi-tingginya buat beliau dan mereka-mereka yang pantang menyerah untuk menyelesaikan persoalan ini, kebakaran ini,” ujarnya.

Udin berharap kepedulian terhadap penanganan kebakaran TPSA Ciniru tidak hanya datang dari instansi teknis seperti Dinas Pemadam Kebakaran maupun Dinas Lingkungan Hidup.

Menurutnya, seluruh elemen masyarakat dan pihak-pihak lain juga dapat mengambil peran sesuai kemampuan masing-masing.

“Jangan dianggap bahwa kebakaran ini hanya tugasnya Damkar, DLH. Ada pihak-pihak lain juga yang bisa membantu. Bukan hanya menonton, tapi membantu,” tegasnya.

Terkait pelaksanaan upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang tetap digelar di sekitar lokasi TPSA Ciniru di tengah kondisi kebakaran, Udin menilai hal tersebut merupakan bagian dari kewajiban memperingati hari kemerdekaan.

Menurutnya, pelaksanaan upacara tetap penting, namun kondisi kebakaran juga harus terus mendapat perhatian agar tidak berkembang dan meluas.

“Ya itu baguslah. Itu kan sebagai acara yang memang kewajiban kita juga untuk memperingati kemerdekaan. Kan enggak mungkin juga ditinggalkan. Kebakaran ini kalau ditinggalkan berbahaya juga, malah takut meluas,” pungkasnya.

Kebakaran TPSA Ciniru sendiri menjadi perhatian karena proses penanganannya membutuhkan kerja keras petugas gabungan dan dukungan berbagai pihak. Di tengah upaya pemadaman, persoalan tersebut sekaligus kembali mengingatkan pentingnya pengelolaan sampah yang lebih serius, tidak hanya di tingkat daerah tetapi juga secara nasional.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup