Suara Merdu Khayla Curi Perhatian di Upacara HUT RI ke-81

KUNINGANSATU.COM – Khidmatnya Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Kuningan, Senin (17/8/2026), seketika terasa lebih hangat ketika suara merdu Khayla Dwi Putri menggema.

Siswi kelas VI SDN 17 Kuningan itu mendapat kesempatan tampil bersama tim paduan suara Purbawisesa di hadapan jajaran pejabat dan peserta upacara. Sejumlah lagu daerah dan lagu kebangsaan dibawakannya dengan penuh percaya diri, mengisi salah satu momen penting dalam perayaan kemerdekaan tahun ini.

Bagi sang ayah, Asep Sutami Putra, penampilan tersebut bukan sekadar panggung biasa. Ada rasa bangga sekaligus syukur ketika melihat bakat putrinya bisa hadir dalam peringatan HUT Kemerdekaan RI di tingkat Kabupaten Kuningan.

“Terutama saya merasa bangga dan bersyukur kepada Allah karena adanya bakat dari anak saya untuk bisa menyumbangkan lagu di Upacara Bendera Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 di Kabupaten Kuningan,” ujar Asep.

Bakat Khayla sendiri bukan sesuatu yang muncul tiba-tiba. Sejak kecil, ia memang sudah menunjukkan ketertarikan pada dunia tarik suara. Kegemarannya itu kemudian mendapat dukungan penuh dari keluarga dengan mengikuti latihan hingga les vokal secara rutin.

“Dari kecil hobi nyanyi. Untuk support-nya kita juga melakukan latihan-latihan, les, dan sebagainya,” katanya.

Seiring waktu, kemampuan Khayla pun terus berkembang. Ia tak hanya menekuni dunia tarik suara, tetapi juga mulai serius mempelajari pupuh. Berbagai kejuaraan turut diikutinya sebagai bagian dari proses mengasah kemampuan dan menambah pengalaman.

Di tengah perkembangan itu, keluarga ingin bakat Khayla tidak berhenti pada kemampuan tampil di atas panggung. Ia juga diarahkan untuk mengenal lebih dekat seni dan budaya daerah, termasuk pupuh yang menjadi bagian penting dari kekayaan budaya Sunda.

Asep pun tak menutup kemungkinan membawa Khayla ke panggung yang lebih besar apabila suatu saat kesempatan datang. Baginya, setiap peluang bisa menjadi pengalaman berharga untuk perkembangan sang anak.

Yang paling dibutuhkan, menurutnya, adalah dukungan dan ruang bagi anak-anak berbakat agar mereka memiliki kesempatan untuk tumbuh dan mengembangkan potensi secara terarah.

“Harapan ke depannya, banyak dukungan juga dari semua pihak untuk mengembangkan bakatnya supaya lebih baik dan lebih terarah lagi,” tuturnya.

Panggung upacara HUT RI ke-81 akhirnya menjadi lebih dari sekadar tempat Khayla bernyanyi. Dari suara seorang siswi sekolah dasar, terselip pesan sederhana bahwa mengisi kemerdekaan juga bisa dilakukan dengan mengembangkan bakat, berkarya, sekaligus menjaga agar seni dan budaya daerah tetap hidup di tengah generasi muda.***

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup