SMPN 1 Cilimus Tak Hanya Berprestasi, Sekolah Ini Bentuk Karakter Siswa dengan Cara Unik

KUNINGANSATU.COM,- SMP Negeri 1 Cilimus merayakan hari jadinya yang ke-70 dengan semangat memperkuat prestasi sekaligus membangun karakter peserta didik. Peringatan hari jadi yang digelar pada Kamis (6/8/2026) menjadi momentum bagi sekolah untuk menegaskan komitmennya sebagai sekolah unggulan yang terus melesat di bidang akademik, nonakademik, maupun pembinaan karakter.

Kepala SMPN 1 Cilimus, Ida Nurhaeda, mengatakan usia 70 tahun merupakan tonggak bersejarah yang penuh makna. Menurutnya, perjalanan panjang sekolah harus menjadi motivasi untuk terus menghadirkan inovasi dan mempertahankan kualitas pendidikan.

“Usia 70 merupakan angka yang sangat spesial. Banyak tantangan yang harus dijawab agar SMPN 1 Cilimus tetap menjadi sekolah unggulan yang siap melesat,” ujar Ida usai peringatan Dies Natalis.

Di bidang prestasi, SMPN 1 Cilimus kembali mencatatkan capaian membanggakan sepanjang 2026. Salah satunya datang dari cabang olahraga atletik. Seorang siswa berhasil meraih medali emas pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda), lolos ke Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas), serta mencetak rekor nasional nomor lompat tinggi usia 16 tahun pada kejuaraan Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI).

Selain itu, sekolah juga meraih medali perunggu pada Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) cabang trilomba atletik tingkat Provinsi Jawa Barat.

Tak hanya di bidang olahraga, prestasi juga diraih dalam lomba mendongeng yang diselenggarakan Bank Indonesia tingkat Ciayumajakuning. Wakil dari SMPN 1 Cilimus berhasil menjadi juara pertama dan berhak melaju ke tingkat Provinsi Jawa Barat.

Menurut Ida, keberhasilan tersebut tidak lepas dari budaya kerja yang dibangun di lingkungan sekolah.

“Kuncinya sederhana, mencintai pekerjaan, menjaga komunikasi yang harmonis dengan seluruh warga sekolah, dan jangan pernah mengeluh,” katanya.

Di sisi pembinaan karakter, SMPN 1 Cilimus menerapkan program Kontrak Perilaku Positif. Melalui program tersebut, setiap pelanggaran yang dilakukan siswa memiliki nilai negatif yang harus ditebus dengan berbagai perilaku baik hingga kembali ke nilai nol.

Ia menjelaskan, pendekatan tersebut terbukti mampu membentuk kebiasaan positif dan membuat siswa enggan mengulangi pelanggaran.

Sekolah juga menerapkan sejumlah aturan disiplin, seperti larangan membawa telepon genggam dan kendaraan bermotor ke sekolah. Seluruh siswa diwajibkan sudah berada di lingkungan sekolah sebelum pukul 06.15 WIB dengan sistem satu pintu yang diawasi secara ketat.

Pada peringatan Dies Natalis ke-70, SMPN 1 Cilimus juga menunjukkan kepedulian sosial melalui penyaluran santunan kepada 102 anak yatim. Dana sebesar Rp25,5 juta dihimpun dari partisipasi orang tua siswa, alumni, serta dewan guru.

“Program santunan anak yatim ini rutin kami laksanakan setiap tahun. Alhamdulillah tahun ini terkumpul sekitar Rp25,5 juta yang dibagikan kepada 102 anak yatim,” ungkapnya.

Ke depan, Ida menegaskan sekolah akan terus meningkatkan prestasi akademik maupun nonakademik dengan tetap menempatkan pembentukan karakter sebagai prioritas utama.

Untuk mendukung hal tersebut, SMPN 1 Cilimus mewajibkan siswa melaksanakan murajaah surat-surat pendek Al-Qur’an setiap pergantian jam pelajaran, membaca Asmaul Husna sebelum pulang sekolah, serta melaksanakan salat Dzuhur berjamaah setiap hari. Khusus siswa laki-laki juga diwajibkan mengikuti salat Jumat, sedangkan siswi mengikuti kegiatan keputrian.

Menurutnya, pembiasaan tersebut bertujuan membentuk akhlak mulia dan melembutkan hati peserta didik sehingga lebih mudah menerima nasihat dan memiliki karakter religius yang kuat.

“Target kami bukan hanya meningkatkan prestasi, tetapi juga melahirkan siswa yang berakhlak baik, religius, dan memiliki karakter yang kuat sebagai bekal di masa depan,” pungkasnya.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup