Konfercab PA GMNI Kuningan Resmi Digelar, Gagasan Besar untuk Masa Depan Daerah Mengemuka

KUNINGANSATU.COM,- Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, menghadiri sekaligus membuka Acara Konferensi Cabang Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Kuningan yang digelar di Happy Nos Coffee, Selasa (14/7/2026). Forum yang mengusung tema “Membaca Kuningan, Menghidupkan Bung Karno” itu menjadi momentum restrukturisasi kepengurusan sekaligus ruang diskusi mengenai arah pembangunan daerah yang berlandaskan nilai-nilai kebangsaan.

Dalam Sesi Wawancara, Bupati Dian menegaskan bahwa pembangunan Kabupaten Kuningan tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah. Menurutnya, diperlukan kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk para aktivis dan alumni GMNI yang dinilai memiliki kapasitas serta jaringan yang kuat.

“Saya merasa bahagia bisa hadir bersama kawan-kawan aktivis GMNI. Membangun Kuningan tidak bisa sendiri. Saya membutuhkan para aktivis, dalam hal ini alumni-alumni GMNI. Nilai-nilai yang diajarkan di GMNI sangat dekat dengan kondisi Kuningan saat ini,” ujar Dian.

Ia mengapresiasi tema konferensi yang dinilai relevan dengan kondisi daerah. Bagi Dian, membaca Kuningan tidak cukup hanya melihat data statistik atau angka-angka pembangunan, tetapi juga memahami realitas kehidupan masyarakat secara langsung.

“Saya sepakat membaca Kuningan bukan hanya membaca angka-angka di atas kertas, tetapi harus mengerti denyut kehidupan masyarakat Kuningan,” katanya.

Dian berharap konferensi tersebut mampu melahirkan kepengurusan baru yang tidak hanya solid secara organisasi, tetapi juga mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam memberikan gagasan, kritik, dan solusi bagi pembangunan daerah.

“Yang paling penting adalah menghasilkan program yang baik dan figur ketua yang mampu memimpin organisasi serta menjadi mitra yang kuat dan seimbang bagi pemerintah daerah,” tambahnya.

Saat ditanya mengenai pentingnya kolaborasi, Dian menegaskan sinergi menjadi kunci dalam mempercepat pembangunan.

“Sangat berkolaborasi. Karena membangun tidak bisa sendiri. Kita membutuhkan kekuatan dari berbagai elemen, khususnya teman-teman GMNI yang saya tahu memiliki potensi dan jejaring yang sangat baik,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua PA GMNI Kabupaten Kuningan menjelaskan bahwa konferensi cabang kali ini bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan, tetapi juga menjadi ruang refleksi untuk menghidupkan kembali pemikiran Bung Karno dalam konteks pembangunan daerah.

Melalui tema “Membaca Kuningan, Menghadirkan Bung Karno”, pihaknya ingin mengajak seluruh alumni memahami potensi daerah, mulai dari aspek budaya, pembangunan karakter bangsa (nation and character building), hingga pengelolaan sumber daya yang dimiliki Kabupaten Kuningan.

“Momentum ini ingin menanamkan kembali cita-cita para pendiri bangsa. Bagaimana kekayaan yang dimiliki Kuningan, baik budaya maupun karakter masyarakatnya, dapat menjadi kekuatan untuk membangun daerah sesuai jati diri bangsa,” ujarnya.

Ia juga mengajak para alumni GMNI yang kini berada di berbagai ruang pengambilan kebijakan agar tetap menjadikan pemikiran para pendiri bangsa sebagai pijakan dalam memberikan kritik maupun masukan kepada pemerintah.

“Silakan melakukan otokritik kepada pemerintah, tetapi arahkan pada konsepsi dan pemikiran para founding fathers. Dengan begitu Indonesia tetap menjadi bangsa yang otentik, memiliki kepribadian, martabat, dan jati dirinya sendiri,” tuturnya.

Menanggapi pertanyaan mengenai relevansi pemikiran Bung Karno di masa kini, ia menilai nilai-nilai yang diwariskan Proklamator sebenarnya masih hidup, namun mulai mengalami pergeseran dalam praktik kehidupan masyarakat.

“Bung Karno berbicara tentang Pancasila yang lahir dari kristalisasi nilai-nilai kehidupan masyarakat Indonesia. Nilai-nilai itu sekarang mulai terpinggirkan. Ada pergeseran karakter yang perlu kita tarik kembali agar menjadi karakter bangsa,” pungkasnya.

Konferensi Cabang PA GMNI Kabupaten Kuningan diharapkan tidak hanya menghasilkan kepengurusan baru, tetapi juga memperkuat peran organisasi sebagai ruang edukasi, pengkaderan, serta mitra kritis dan konstruktif bagi pemerintah dalam mewujudkan pembangunan Kabupaten Kuningan yang berlandaskan nilai-nilai kebangsaan dan semangat gotong royong.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup