Ali Akbar Resmi Nahkodai PPP Kuningan, Langsung Siapkan Roadmap Menuju Kemenangan
KUNINGANSATU.COM,- Kepengurusan baru Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Kuningan periode 2026–2031 resmi terbentuk setelah terbitnya Surat Keputusan (SK) dari DPP PPP. Dalam susunan kepengurusan tersebut, Ali Akbar ditetapkan sebagai Ketua DPC PPP Kabupaten Kuningan.
Kepastian itu disampaikan Ali Akbar saat bertemu awak media di Kantor DPC PPP Kabupaten Kuningan, Rabu (24/6/2026). Ia menegaskan, keluarnya SK menjadi titik akhir dinamika internal pasca-Musyawarah Cabang (Muscab) dan menjadi momentum untuk menyatukan seluruh kader menghadapi agenda politik ke depan.
“Muscab sudah dilaksanakan pada 11 April 2026. Kemudian SK dari DPP terbit pada 26 Mei 2026. Sekarang saatnya seluruh kader kembali solid dan fokus membangun partai,” kata Ali Akbar.
Dalam kepengurusan inti, Ali Akbar didampingi Masuri sebagai Sekretaris dan Haji Eman sebagai Bendahara. Menurutnya, proses penerbitan SK yang memerlukan waktu sekitar dua bulan bukan karena persoalan khusus di daerah, melainkan akibat proses administrasi yang dilakukan DPP secara serentak di seluruh Indonesia.
“Ini hal yang biasa. Masih ada beberapa daerah yang sampai sekarang SK-nya belum turun meskipun sudah melaksanakan Muscab,” ujarnya.
Ali Akbar mengakui selama proses Muscab sempat muncul dinamika dan perbedaan pandangan di internal partai. Namun setelah keputusan DPP diterbitkan, seluruh kader diwajibkan menghormati dan menjalankan keputusan organisasi.
“Kalau saat kontestasi tentu dinamika itu ada. Tapi setelah keputusan keluar, semua harus taat terhadap keputusan partai. Hari ini tidak ada lagi faksi-faksi. Yang ada adalah bagaimana bersama-sama membesarkan PPP,” tegasnya.
Sebagai ketua baru , Ali Akbar mengusung semangat pembaruan dalam menjalankan roda organisasi. Ia menilai PPP harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan perubahan perilaku politik masyarakat, terutama generasi muda.
Menurutnya, pola pendekatan politik lama tidak lagi cukup untuk menjawab tantangan saat ini. Karena itu, PPP Kuningan akan mulai memperkuat komunikasi publik dan melakukan penyesuaian terhadap pola politik yang lebih modern dan terbuka.
“PPP harus berani berubah. Kita menghadapi tantangan politik modern. Cara pandang generasi muda terhadap politik sudah berbeda, sehingga partai juga harus adaptif agar tetap diterima masyarakat,” katanya.
Selain melakukan modernisasi organisasi, Ali Akbar menegaskan PPP akan kembali memperkuat akar historis partai dengan mendekatkan diri kepada kalangan pesantren dan tokoh-tokoh keagamaan.
Ia menyebut PPP memiliki hubungan sejarah yang kuat dengan dunia pesantren karena lahir dari gabungan sejumlah partai Islam yang memiliki kedekatan dengan Nahdlatul Ulama (NU) dan organisasi Islam lainnya.
“DNA PPP itu pesantren. Karena itu kami akan mempererat hubungan dengan pesantren dan para tokoh agama sebagai bagian dari upaya memperkuat basis perjuangan partai,” ujarnya.
Dalam struktur pendukung kepengurusan, sejumlah tokoh senior PPP Kuningan juga dilibatkan. Majelis Syariah dipimpin KH Abdul Muhit bersama KH Ajim Mahali, sementara Majelis Pertimbangan dipimpin Dr. Toto dan Majelis Pakar diketuai Bembby Jus bersama H. Uus Yusuf.
Ali Akbar mengaku telah melakukan silaturahmi dengan para senior partai dan mendapatkan dukungan serta berbagai masukan untuk membawa PPP Kuningan lebih baik pada masa mendatang.
Terkait target politik, DPC PPP Kabupaten Kuningan memasang sasaran cukup ambisius pada Pemilu mendatang. Partai berlambang Ka’bah itu menargetkan mampu meraih sedikitnya lima kursi DPRD Kabupaten Kuningan sehingga seluruh daerah pemilihan (dapil) dapat terwakili.
“Kami akan memperkuat konsolidasi dan kerja elektoral. Target kami minimal lima kursi DPRD agar seluruh dapil di Kabupaten Kuningan memiliki keterwakilan dari PPP,” pungkasnya.
















