Ada Tangis, Pelukan, dan Janji Insentif Guru di Perpisahan RA-PAUD Miftahul Hidayah

KUNINGANSATU.COM,- Suasana haru bercampur bangga mewarnai acara perpisahan siswa RA dan PAUD Miftahul Hidayah yang digelar di Dusun Kliwon RT 11/RW 03, Desa Padarek, Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan, Rabu (17/6/2026). Mengusung tema “Mengukir Prestasi, Merajut Mimpi Menjadi Generasi Qur’ani”, kegiatan tersebut menjadi momen istimewa bagi siswa, orang tua, guru, dan masyarakat setempat.

Acara yang dihadiri puluhan wali murid dan warga berlangsung meriah namun tetap khidmat. Selain prosesi kelulusan, berbagai penampilan seni dan keagamaan dari para siswa turut memeriahkan kegiatan yang menjadi penutup tahun ajaran tersebut.

Ketua Yayasan Miftahul Hidayah Padarek, Hj. Ikah Atikah, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas perkembangan para siswa yang telah menyelesaikan pendidikan usia dini. Ia juga memberikan apresiasi kepada para guru yang selama ini mendidik anak-anak dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.

“Keberhasilan anak-anak hari ini tidak lepas dari peran para guru dan dukungan orang tua. Kami berharap masyarakat terus mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada Miftahul Hidayah,” ujarnya.

Di sela-sela sambutan, para siswa menampilkan berbagai kemampuan yang telah mereka pelajari selama di sekolah. Kelas Cut Nyak Dien membawakan doa harian dan hadits Nabi, sementara Kelas Pangeran Diponegoro menampilkan hafalan surat-surat pendek Al-Qur’an serta praktik gerakan shalat.

Kepala Sekolah PAUD-RA Miftahul Hidayah, Nur’aeni, M.Pd., menjelaskan bahwa seluruh pertunjukan dikemas dalam program PASSAK (Panggung Apresiasi Seni Sahabat Kecil).

“PASSAK kami hadirkan sebagai wadah bagi anak-anak untuk belajar tampil percaya diri, mengembangkan kreativitas, dan melatih kemandirian sejak usia dini,” jelasnya.

Perhatian khusus juga datang dari Pemerintah Desa Padarek. Kepala Desa Padarek, Nana Sukmana, mengaku mengapresiasi dedikasi para tenaga pendidik yang selama ini tetap semangat mengajar meski dengan keterbatasan kesejahteraan.

Dalam kesempatan tersebut, Nana menyatakan komitmennya untuk mengupayakan adanya insentif bagi guru RA dan PAUD Miftahul Hidayah sebagai bentuk dukungan pemerintah desa terhadap dunia pendidikan.

Pernyataan itu disambut positif oleh Komite Yayasan, Martahadirdja, yang turut menyampaikan rasa bangga atas pengabdian para guru dalam mendidik generasi penerus bangsa.

Sejumlah penampilan seni lainnya turut memeriahkan acara, mulai dari tarian, unjuk bakat siswa Kelas Ahmad Yani, hingga penyampaian pesan dan kesan dari perwakilan orang tua murid mengenai pentingnya pendidikan sejak usia dini.

Momen paling mengharukan terjadi saat prosesi sungkeman setelah pengalungan medali kelulusan kepada seluruh siswa. Anak-anak yang masih belia tampak bersimpuh di hadapan orang tua mereka, mencium tangan, memeluk, dan mengucapkan terima kasih atas kasih sayang serta pengorbanan yang telah diberikan.

Suasana mendadak berubah emosional. Banyak orang tua yang tak mampu menahan air mata saat menyaksikan putra-putri mereka menunjukkan rasa hormat dan bakti dengan cara yang begitu tulus.

Ahmad Novaldi, salah seorang fotografer yang meliput kegiatan tersebut, mengaku ikut tersentuh oleh momen tersebut.

“Prosesi sungkeman tadi benar-benar menyentuh hati. Itu menjadi pengingat bahwa setiap keberhasilan anak selalu ada doa, perjuangan, dan pengorbanan orang tua di belakangnya,” ungkapnya.

Acara perpisahan kemudian ditutup dengan doa bersama dan sesi foto sebagai kenang-kenangan, menandai berakhirnya perjalanan pendidikan para siswa sekaligus menjadi langkah awal mereka menuju jenjang pendidikan berikutnya sebagai generasi Qur’ani yang diharapkan mampu mengukir prestasi di masa depan.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup