Ditinggal Sebentar Ambil Kopi, Kandang Ayam dan Puyuh di Cipicung Ludes Terbakar

KUNINGANSATU.COM – Kebakaran hebat melanda sebuah kandang ayam dan puyuh milik warga di Desa Cimaranten, Kecamatan Cipicung, Kabupaten Kuningan, Rabu (17/6/2026) dini hari. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp305 juta.

Peristiwa kebakaran terjadi di kandang milik Andi (47), yang berlokasi di RT 11 RW 04 Dusun 2 Desa Cimaranten. Laporan pertama diterima UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan pada pukul 04.53 WIB.

Berdasarkan keterangan pemilik kandang, sekitar pukul 02.00 WIB dirinya sempat pulang ke rumah untuk beristirahat dan mengambil kopi. Namun sekitar pukul 04.00 WIB, ia mendapat kabar dari warga bahwa kandang ternaknya telah terbakar.

Mengetahui kejadian tersebut, Andi bersama warga sekitar berupaya memadamkan api menggunakan air dan peralatan seadanya. Namun kobaran api terus membesar dan sulit dikendalikan.

Melihat kondisi tersebut, Abdurahim yang berada di lokasi segera menghubungi call center UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan untuk meminta bantuan.

Petugas Damkar yang menerima laporan langsung bergerak menuju lokasi pada pukul 05.00 WIB dan tiba sekitar 15 menit kemudian. Sebanyak delapan personel Regu 3 bersama Kepala UPT Damkar diterjunkan dengan mengerahkan dua unit kendaraan pemadam.

Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung selama kurang lebih dua jam hingga api berhasil dipadamkan sekitar pukul 07.00 WIB. Upaya tersebut turut dibantu aparat kepolisian, pemerintah desa, dan warga setempat.

Dari hasil pendataan sementara, kebakaran menghanguskan satu unit kandang berukuran 12 x 20 meter, sekitar 2.000 ekor ayam, 7.000 ekor burung puyuh, serta persediaan pakan ternak.

Rincian kerugian meliputi bangunan kandang senilai sekitar Rp120 juta, ayam sekitar Rp30 juta, burung puyuh sekitar Rp105 juta, dan pakan ternak sekitar Rp50 juta. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp305 juta.

Petugas juga melakukan pengumpulan bahan keterangan dari sejumlah saksi di lokasi. Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik.

Dalam penanganan kejadian ini, petugas menghadapi kendala berupa jauhnya sumber air dari lokasi kebakaran sehingga diperlukan dua unit kendaraan pemadam untuk mendukung proses pemadaman dan pendinginan.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa tersebut menyebabkan kepanikan serta trauma bagi pemilik kandang dan warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Petugas mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang disebabkan oleh instalasi listrik, penggunaan gas, maupun aktivitas pembakaran yang berisiko memicu api.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup