Tak Hanya di Timur Tengah, Pohon Kurma Kini Mulai Ditanam di Kuningan
KUNINGANSATU.COM,- Upaya penghijauan bernuansa religius dilakukan di lingkungan Kantor Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Kuningan melalui kegiatan penanaman pohon kurma, Selasa (16/06/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Bahar dari Pondok Pesantren El-‘Azam Kuningan, yang dikenal aktif mengembangkan budidaya tanaman kurma di berbagai wilayah Indonesia.
Dalam keterangannya, Bahar menyampaikan bahwa keterlibatannya dalam penanaman pohon kurma ini dilandasi niat ibadah dan keinginan untuk berbagi manfaat. Menurutnya, pohon kurma memiliki kedekatan historis dan spiritual dalam tradisi Islam.
“Saya hanya ingin beramal, menyediakan bibit kurma dan menanamnya. Mudah-mudahan menjadi kebaikan. Niat utamanya ibadah,” ujarnya.
Ia menilai lingkungan MUI menjadi tempat yang tepat untuk penanaman pohon kurma karena merupakan pusat berkumpulnya para ulama dan tokoh agama dalam membahas berbagai persoalan umat. Keberadaan pohon kurma di area tersebut diharapkan menjadi simbol pengingat terhadap warisan tradisi para nabi.
Bahar mengungkapkan, selama ini dirinya telah mendistribusikan dan menanam banyak bibit kurma di sejumlah daerah. Bahkan beberapa di antaranya sudah mulai berbuah, meskipun belum dalam jumlah besar.
“Memang belum masif hasilnya, tapi sudah ada yang berbuah. Yang penting masyarakat yang ingin menanam bisa mendapatkan bibitnya,” katanya.
Menurut Bahar, tanaman kurma memiliki peluang tumbuh dan berbuah di Indonesia selama proses budidayanya dilakukan dengan teknik yang tepat. Salah satu faktor utama adalah penyerbukan antara pohon jantan dan betina.
“Saya yakin kurma bisa berbuah di Indonesia, dan itu sudah terbukti. Kalau penyerbukannya benar, buahnya bisa manis,” ungkapnya.
Meski begitu, ia mengakui karakter rasa kurma lokal kemungkinan berbeda dibanding kurma dari Timur Tengah karena dipengaruhi perbedaan suhu dan intensitas sinar matahari.
Selain memiliki nilai religius, tanaman kurma juga dinilai punya nilai ekonomis. Bahar menyebut satu batang bibit pohon kurma dengan ukuran tertentu dapat dipasarkan dengan harga sekitar Rp1 juta.
“Kalau ukuran seperti ini, harga jualnya sekitar satu juta rupiah per batang,” jelasnya.
Untuk perawatan, Bahar menjelaskan tanaman kurma membutuhkan media tanam yang poros dan suplai air yang cukup. Namun, bagian pucuk tanaman tidak boleh terlalu sering terkena air hujan berlebih, terutama saat masih dalam tahap pertumbuhan awal.
“Kurma butuh banyak air, tapi bagian atasnya jangan terlalu sering kena hujan. Kalau masih kecil biasanya rentan mati saat musim hujan,” pungkasnya.
















