Bupati Dian Berganti Pilihan, Sekda dan Kadis PUTR Harap-Harap Cemas
KUNINGANSATU.COM – Siapa sangka, sosok yang beberapa waktu lalu paling lantang membela Brasil dalam gelaran Piala Dunia 2026 di lingkungan Pemkab Kuningan kini justru menjadi orang pertama yang meninggalkan kapal Tim Samba.
Perubahan itu terungkap di sela-sela kegiatan GARPU SENDOK (Gerakan Sapu Bersih Eceng Gondok) di Waduk Darma, Sabtu (13/6/2026). Di tengah kesibukan memimpin aksi pembersihan eceng gondok, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar kembali terlibat obrolan santai yang ternyata lebih panas daripada terik matahari siang itu.
Dari kejauhan, perbincangan Bupati Dian dengan Sekretaris Daerah U Kusmana dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) I Putu Bagiasna tampak serius. Beberapa peserta bahkan sempat menduga ada pembahasan penting terkait pemerintahan atau pembangunan daerah.
Namun dugaan itu meleset jauh.
Yang dibahas ternyata bukan APBD, bukan pula proyek infrastruktur. Topiknya masih sama seperti beberapa waktu lalu yakni Piala Dunia 2026.
Bagi yang mengikuti cerita sebelumnya, perdebatan soal tim favorit ini memang sempat menghebohkan lingkungan Pemkab Kuningan. Saat itu Bupati Dian berdiri paling depan membela Brasil. Sementara Sekda U Kusmana teguh bersama Portugal dan Kepala BPKAD Deden Kurniawan Sopandi memilih Inggris.
Perbedaan pilihan tersebut bahkan melahirkan candaan yang kemudian menjadi bahan obrolan banyak orang.
“Kualat… hahaha…” celetuk Bupati Dian kala itu kepada dua bawahannya yang memilih tim berbeda.
Saat itu pula Dian berkali-kali menunjukkan keyakinannya bahwa Brasil akan menjadi kekuatan yang sulit dihentikan.
Namun sepak bola memang penuh kejutan.
Seiring bergulirnya pertandingan demi pertandingan, pandangan sang bupati rupanya mulai berubah. Di tepi Waduk Darma, di antara tumpukan eceng gondok yang baru saja diangkat dari permukaan waduk, Dian akhirnya mengumumkan keputusan yang tidak banyak diperkirakan.
“Sepertinya sekarang Brasil kurang meyakinkan. Spanyol kayaknya lebih berpeluang. Saya dukung Spanyol saja lah,” ujarnya sambil tertawa.
Kalimat itu langsung menandai berakhirnya dukungan sang bupati kepada Brasil. Kini pilihannya berlabuh kepada Spanyol, tim yang dikenal dengan julukan La Furia Roja.
Meski sang bupati telah berpindah haluan, Sekda U Kusmana ternyata tidak ikut terbawa arus.
Dengan gaya santainya, U Kusmana menegaskan bahwa dukungannya kepada Portugal masih tetap utuh.
“Saya mah tetap Portugal. Dari awal sudah Portugal. Masa baru beberapa pertandingan langsung pindah haluan. Nanti kalau Portugal juara kan enak, saya bisa bilang dari awal juga sudah yakin,” katanya sambil tersenyum.
Jika Sekda memilih konsisten, maka Kepala Dinas PUTR I Putu Bagiasna justru tampil sebagai sosok yang paling berbeda.
Saat nama-nama tim unggulan terus diperbincangkan, Putu malah mantap menjatuhkan pilihan kepada Meksiko.
“Saya dukung Meksiko saja. Biar ada yang beda. Kalau semua dukung tim favorit, siapa yang jadi spesialis kejutan?” ujarnya disambut tawa.
Bahkan Putu sudah menyiapkan strategi jika prediksinya tidak berjalan sesuai harapan.
“Kalau Meksiko juara saya siap ditraktir. Kalau enggak juara, anggap saja saya sedang fokus ngurus jalan dan jembatan,” kelakarnya.
Obrolan ringan itu membuat suasana di Waduk Darma semakin cair. Di satu sisi ratusan peserta berjibaku membersihkan hamparan eceng gondok yang menutupi permukaan waduk. Di sisi lain, persaingan antarpendukung tim nasional juga ikut menghangatkan suasana.
Kini peta dukungan di lingkaran Pemkab Kuningan resmi berubah. Bupati Dian meninggalkan Brasil dan beralih ke Spanyol. Sekda U Kusmana tetap setia bersama Portugal. Sementara I Putu Bagiasna mantap mendukung Meksiko.
Apakah keputusan Bupati Dian meninggalkan Brasil akan terbukti tepat? Ataukah justru Portugal yang didukung Sekda atau Meksiko pilihan Kadis PUTR yang nanti membuat kejutan? Ataukah semuanya akan kandas dan justru Inggris yang didukung Kepala BPKAD yang akan keluar sebagai juaranya?
Jawabannya masih harus menunggu peluit panjang Piala Dunia 2026. Namun satu hal sudah pasti yakni untuk urusan sepak bola, perdebatan di lingkaran Pemkab Kuningan tampaknya masih jauh dari kata selesai.***
















