Usai Digembleng 3 Hari, 50 Mahasiswa Ini Ditantang Jadi Solusi untuk Kuningan
KUNINGANSATU.COM,- Orientasi Anggota Baru (OAB) XXXII Ikatan Mahasiswa Kuningan (IMK) Wilayah Cirebon resmi ditutup di Kopi Lendot, Desa Sadamantra, Kecamatan Jalaksana, Minggu (14/6/2026). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari dua malam tersebut diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Cirebon.
Penutupan kegiatan dihadiri Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, jajaran pengurus IMK Wilayah Cirebon, alumni, serta tamu undangan lainnya.
Ketua IMK Wilayah Cirebon, Muhammad Wirya Nur Fattahurrizqi, mengatakan OAB merupakan proses kaderisasi awal yang bertujuan membentuk mahasiswa yang memiliki kapasitas intelektual, spiritual, emosional, dan mental yang kuat.
“Selama tiga hari peserta tidak hanya mendapatkan materi secara teoritis, tetapi juga praktik yang melatih kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan, organisasi, hingga kemampuan negosiasi,” ujarnya.
Menurut Wirya, rangkaian kegiatan dimulai sejak Jumat dengan pendalaman sejarah berdirinya IMK Wilayah Cirebon, penguatan wawasan organisasi, manajemen kepemimpinan, hingga berbagai simulasi dan permainan edukatif yang dirancang untuk mengasah kemampuan analisis peserta.
Salah satu kegiatan yang menarik perhatian peserta adalah simulasi bertajuk Perang Dunia, sebuah permainan kelompok yang menguji kemampuan negosiasi, pengambilan keputusan, dan kerja sama tim.
Selain itu, peserta juga mendapatkan materi mengenai teknik lobi dan persidangan yang dinilai penting sebagai bekal mahasiswa dalam berorganisasi maupun berinteraksi di ruang publik.
“Harapannya setelah mengikuti orientasi ini, kader-kader baru mampu menjadi agent of change yang dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh untuk mengabdi kepada masyarakat dan berkontribusi bagi pembangunan Kabupaten Kuningan,” kata Wirya.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani mengapresiasi konsistensi IMK Wilayah Cirebon yang telah memasuki angkatan ke-32 dalam proses kaderisasi mahasiswa asal Kuningan.
Menurutnya, orientasi anggota baru bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sarana pembentukan karakter, penanaman nilai kebersamaan, serta penguatan identitas mahasiswa sebagai generasi penerus daerah.
“Hari ini memang menandai berakhirnya orientasi, tetapi sesungguhnya menjadi awal perjalanan panjang sebagai bagian dari keluarga besar Ikatan Mahasiswa Kuningan. Jadikan prestasi akademik sebagai prioritas utama dan manfaatkan organisasi sebagai wadah melatih kepemimpinan serta kepedulian sosial,” ujar Tuti.
Ia juga mengajak mahasiswa asal Kuningan yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah untuk tetap menjaga identitas dan memberikan kontribusi nyata bagi kampung halaman.
Dalam kesempatan tersebut, Tuti mengungkapkan bahwa Kabupaten Kuningan saat ini masih menghadapi berbagai tantangan pembangunan, mulai dari angka kemiskinan, pengangguran, hingga persoalan rumah tidak layak huni.
Karena itu, ia berharap keberadaan mahasiswa dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadirkan gagasan, inovasi, dan solusi bagi pembangunan daerah.
“Pemerintah tidak mungkin berjalan sendiri. Kami membutuhkan dukungan dan partisipasi generasi muda, termasuk mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Kuningan,” katanya.
Melalui OAB XXXII ini, IMK Wilayah Cirebon berharap lahir kader-kader baru yang tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga memiliki kepedulian sosial serta semangat pengabdian untuk kemajuan Kabupaten Kuningan di masa mendatang.
















