Abdi Agung, Sosok MC di Balik Nobar Persib yang Bikin Bobotoh Tetap “Membara” Meski Diguyur Hujan Deras

KUNINGANSATU.COM – Sejak siang hari Sabtu (23/5/2026), Lapangan Pandapa Paramarta sudah dipenuhi lautan biru bobotoh yang datang untuk menyaksikan nonton bareng (nobar) laga Persib Bandung kontra Persijap Jepara.

Di bawah terik matahari yang cukup menyengat, satu per satu penonton terus berdatangan. Atribut khas Maung Bandung, mulai dari jersey, syal, hingga bendera, perlahan menutup seluruh sudut lapangan. Atmosfer pun sejak awal sudah terasa hidup dengan riuh yel-yel dan nyanyian bobotoh seolah tak pernah berhenti mengisi ruang Pandapa Paramarta.

Namun menjelang sore dan mendekati waktu pertandingan, cuaca berubah cepat. Langit yang semula cerah mendadak menggelap, awan tebal menggantung, lalu hujan deras turun membasahi seluruh area nobar. Dalam sekejap, sebagian besar bobotoh berlarian mencari tempat berteduh, dan keramaian yang sudah terbentuk sempat terpecah.

Di momen yang mulai goyah itu, sosok Master of Ceremony (MC) Abdi Agung muncul sebagai pengendali suasana. Dengan suara yang tegas namun hangat, ia langsung mengubah ritme keadaan, mengajak bobotoh kembali bernyanyi, kembali merapat, dan kembali menyatu di tengah lapangan meski hujan belum juga reda.

Perlahan, apa yang sempat terpecah mulai kembali menyatu. Ribuan bobotoh yang tadinya berteduh kembali turun ke lapangan. Teriakan, nyanyian, dan yel-yel kembali menggema, kali ini lebih kuat, lebih liar, dan lebih emosional.

Abdi Agung bahkan tak hanya berdiri di panggung. Di tengah derasnya hujan, ia turun langsung menyatu dengan ribuan bobotoh yang tetap bertahan. Basah kuyup bukan penghalang, justru menjadi bagian dari energi yang membuat suasana semakin menyala.

Berkolaborasi dengan dua band pengisi acara, yakni Chikara Band dan Sempak Blues, yang menghadirkan warna musik lintas komunitas membuat ribuan bobotoh kembali turun ke tengah lapangan meski hujan semakin lebat.

Musik live, interaksi MC, dan lautan bobotoh berpadu tanpa sekat, menjadikan Pandapa Paramarta berubah menjadi panggung besar yang hidup dan berdenyut.

Momentum seperti ajakan yel-yel hingga doorprize juga dimanfaatkan untuk menjaga massa tetap terkonsentrasi di tengah lapangan. Setiap kali energi penonton mulai menurun, Abdi Agung kembali memantik semangatnya, membuat suasana terus bergerak tanpa jeda.

Puncaknya, hujan deras yang turun tanpa henti justru tidak mampu meredam euforia. Pandapa Paramarta tetap bergemuruh hingga laga berakhir, dengan bobotoh larut dalam perayaan kemenangan Persib Bandung yang memastikan malam itu menjadi salah satu momen paling emosional di Kuningan.

Di balik itu semua, pemilik nama lengkap Muhammad Agung Diponegoro, S.I.Kom., M.I.Kom itu menjadi sosok yang bukan sekadar pembawa acara. Ia adalah penggerak suasana yang menjembatani layar pertandingan, panggung musik, dan ribuan bobotoh dalam satu ruang emosi yang sama.

Lahir di Kuningan pada 6 Januari 1986, ia memulai karier sebagai MC sejak tahun 2012 dan mulai aktif di Kabupaten Kuningan pada tahun 2015 hingga saat ini. Sehari-hari, ia mengisi berbagai event mulai dari wedding, kegiatan komunitas, hingga agenda pemerintahan.

Ia juga kerap dipercaya memandu event besar seperti Tour de Linggarjati dan Karnaval Budaya Hari Jadi Kuningan sejak era kepemimpinan Alhamrhum Bupati Acep Purnama.

Di luar panggung, ia aktif dalam berbagai organisasi, di antaranya Ketua PPI (2016-2021), Dewan Pengawas LPPL (2025-2030), Wakil Ketua I Ikatan Alumni IPMK YK, serta Kepala Biro Humas Kerja Sama Universitas Bhakti Husada Indonesia (UBHI).

Dari sisi pendidikan, pria yang menempuh pendidikan S1 Ilmu Komunikasi di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan S2 di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta membuatnya semakin mapan dalam hal interaksi dan komunikasi.

Menanggapi momen tersebut, Abdi Agung mengaku sejak awal tidak melihat hujan sebagai penghalang bagi semangat bobotoh.

“Yang pertama terbersit bahwa hujan tetap tidak akan menjadi penghalang untuk para bobotoh. Makanya langsung coba dipancing untuk ngajak nyanyi sambil hujan-hujanan. Dan alhamdulillah semua merespon dan langsung bergerak kumpul di tengah sampai semua ikut,” ujarnya, Minggu (24/5/2026).

Ia menambahkan bahwa momen doorprize turut dimanfaatkan untuk kembali mengumpulkan massa di tengah lapangan.

“Karena memang ada doorprize, jadi coba memancing warga untuk kumpul di tengah dengan bagi hadiah,” tambahnya.

Meski hujan deras mengguyur tanpa henti, ia menegaskan tidak sempat berpikir pesimis.

“Alhamdulillah nggak kepikiran pesimis. Karena yang pertama yakin hujan juga akan segera reda, dan sudah tidak bisa membendung euforia semangat para bobotoh untuk tetap menikmati nobar,” katanya.

Bahkan ia memilih ikut basah-basahan bersama massa agar penonton yang datang jauh-jauh tetap merasa menjadi bagian dari euforia.

“Makanya rela hujan-hujanan juga biar semua orang yang sudah jauh-jauh datang tidak merasa kecewa dan sia-sia, tapi bisa ikut membaur dalam euforia dan kebahagiaan menjadi bagian saksi sejarah kemenangan Persib di acara nobar tersebut,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa dalam kondisi tak terduga, seorang MC harus sigap mengambil keputusan cepat.

“Dan dalam kondisi yang tidak terduga seperti itu (force majeure), saya sebagai MC harus bisa cepat ambil tindakan dan teknik agar massa tetap terkendali dan masih bisa mengikuti acara,” tegasnya.

Menurutnya, keberhasilan acara terjadi karena kekompakan semua pihak dan respon positif ribuan bobotoh yang tetap mengikuti arahan hingga akhir.

“Alhamdulillah semua bisa bekerja sama dan mengikuti informasi serta arahan yang diberikan, dan mereka pun ikut meluapkan semua perasaannya bersama-sama di Pandapa,” pungkasnya.***

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup