H-10 Idul Adha, Kresna Farm Kebanjiran Order, Stok Habis Lebih Awal

KUNINGANSATU.COM – Menjelang Idul Adha 2026, usaha peternakan Kresna Farm mencatat capaian positif dengan seluruh stok hewan kurban di dua kandang utama mereka dilaporkan habis terjual lebih awal, menunjukkan tingginya serapan pasar pada musim kurban tahun ini.

Megawati, pemilik Kresna Farm, menyampaikan rasa syukur atas habisnya seluruh stok yang telah dipersiapkan sejak awal musim.

“Alhamdulillah, sudah habis semua,” ujarnya dengan nada lega.

Ia menjelaskan, total hewan kurban yang disiapkan berasal dari dua lokasi kandang. Kandang Kresna 1 di Luragung menyediakan 47 ekor kambing, sementara Kandang Kresna 2 di Ciawi sebanyak 19 ekor, dan seluruhnya telah habis terjual.

“Untuk Kresna 1 di Luragung ada 47 ekor, dan di Kresna 2 Ciawi 19 ekor, semuanya habis terjual,” katanya.

Seluruh hewan kurban yang dipasarkan Kresna Farm pada tahun ini masih didominasi oleh kambing.

“Iya, semuanya kambing,” ujarnya.

Dari sisi pasar, penjualan hewan kurban Kresna Farm masih didominasi oleh pembeli dari wilayah Kabupaten Kuningan.

“Mayoritas pembelinya masih dari dalam Kuningan,” kata Megawati yang juga aktif sebagai pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Kuningan.

Untuk harga, ia menyebut tidak terjadi kenaikan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Kisaran harga hewan kurban berada di rentang Rp2,5 juta hingga Rp4 juta per ekor.

Namun demikian, pihaknya mengakui adanya penurunan volume penjualan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kondisi ini dipengaruhi oleh semakin banyaknya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang kini juga mengembangkan usaha peternakan dan menjadi alternatif pembelian masyarakat di tingkat desa.

“Kalau dibandingkan tahun-tahun sebelumnya memang ada penurunan, sekitar 25 persen,” ungkapnya.

“Sekarang banyak desa yang sudah punya kandang sendiri lewat BUMDes, jadi sebagian pembelian beralih ke sana,” imbuhnya.

Meski demikian, ia menilai kondisi tersebut sebagai bagian dari perubahan ekosistem ekonomi desa yang semakin mandiri di sektor peternakan.

Ia juga berharap adanya dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah maupun instansi terkait, terutama dalam bentuk pendampingan dan penyuluhan bagi peternak lokal agar tetap dapat berkembang.

“Harapannya tentu ada pendampingan dan penyuluhan dari dinas terkait supaya peternak seperti kami tetap bisa berkembang,” pungkasnya.***

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup