Hardiknas 2026 Jadi Momentum, Kemenag Kuningan Dorong Madrasah Makin Unggul
KUNINGANSATU.COM,- Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) menjadi momen refleksi sekaligus penguatan komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan, termasuk di lingkungan madrasah. Hal tersebut disampaikan Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kuningan, H. Ahmad Handiman Romdoni, Senin (4/5/2026).
Ia menuturkan bahwa dalam sistem pendidikan nasional, terdapat dua pilar utama yang berperan besar, yakni Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan. Keduanya memiliki tujuan yang selaras dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan sesuai dengan kebijakan dan regulasi yang berlaku.
“Hardiknas adalah momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama. Baik Kemenag maupun Kemendikdasmen memiliki tanggung jawab yang sama dalam meningkatkan kualitas pendidikan,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi antara Kemenag dan Dinas Pendidikan di Kabupaten Kuningan selama ini berjalan harmonis. Sinergi yang terbangun dinilai menjadi kekuatan utama dalam mendorong kemajuan pendidikan, termasuk di sektor madrasah.
“Sinergitas yang terjalin sudah sangat baik. Ini menjadi modal penting untuk terus memajukan dunia pendidikan di Kuningan,” katanya.
Dalam peringatan Hardiknas tahun ini, sejumlah madrasah di Kabupaten Kuningan juga menorehkan prestasi membanggakan. Salah satunya dari lingkungan Husnul Khotimah, di mana beberapa madrasah berhasil meraih sekitar 14 penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Kuningan.
“Ini bukti bahwa pemerintah daerah memberikan perhatian besar terhadap madrasah. Kami sangat mengapresiasi dukungan tersebut,” ungkapnya.
Dari sisi kelembagaan, Kemenag mencatat terdapat 7 Madrasah Ibtidaiyah (MI), 12 Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan 3 Madrasah Aliyah (MA) negeri di Kabupaten Kuningan. Seluruhnya terus berkolaborasi dengan sekolah umum, baik dalam pengembangan kurikulum maupun kegiatan ekstrakurikuler.
Upaya peningkatan kualitas juga dilakukan melalui pembinaan tenaga pendidik secara berkelanjutan. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara berjenjang melalui berbagai forum, seperti KKM, PGM, dan MGMP, mulai dari tingkat kabupaten hingga provinsi.
Selain itu, Kemenag juga mulai mengimplementasikan kurikulum berbasis cinta di madrasah. Konsep ini bertujuan membangun karakter peserta didik dengan pendekatan nilai-nilai kasih sayang, yang menjadi ciri khas pendidikan di bawah Kementerian Agama.
Di akhir pernyataannya, ia berharap momentum Hardiknas dapat menjadi pendorong peningkatan kualitas pendidikan secara menyeluruh, baik di madrasah maupun sekolah umum.
“Harapannya, kualitas pendidikan terus meningkat. Khususnya lulusan Madrasah Aliyah, semakin banyak yang mampu melanjutkan ke perguruan tinggi negeri, baik di dalam maupun luar negeri,” pungkasnya.

















