Ada 876 Pemuda di Kramatmulya, Karang Taruna Diminta Segera Lakukan Ini
KUNINGANSATU.COM, – Kepengurusan Karang Taruna Jaya Mulya Desa Kramatmulya, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan, masa bakti 2025–2030 resmi dikukuhkan, Rabu (30/9/2026).
Pengukuhan yang berlangsung di Aula Kantor Pemerintahan Desa Kramatmulya tersebut menjadi awal bagi kepengurusan baru untuk memperkuat peran pemuda dalam pembangunan sekaligus kehidupan sosial masyarakat desa.
Kepala Desa Kramatmulya, H. Otong Sutiana, S.AB, secara langsung mengukuhkan jajaran pengurus Karang Taruna Jaya Mulya. Kegiatan itu turut disaksikan perwakilan Kecamatan Kramatmulya, Babinkamtibmas, Ketua Karang Taruna Kabupaten Kuningan, Ketua Karang Taruna Kecamatan Kramatmulya, BPD, LPM, LKMD, PKK, tokoh masyarakat, perangkat desa dan sejumlah undangan lainnya.
Kepengurusan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Kepala Desa Kramatmulya Nomor 141/KPTS-012/PEM/2025. Aris Alfarisi dipercaya sebagai Ketua Karang Taruna Jaya Mulya, didampingi Iwan Setiawan sebagai Wakil Ketua, serta jajaran sekretaris, bendahara dan sejumlah bidang organisasi.
Dalam sambutannya, H. Otong Sutiana meminta pengurus baru menjadikan masa kepengurusan tersebut sebagai kesempatan untuk menunjukkan keberadaan Karang Taruna di tengah masyarakat.
Ia mengatakan, ukuran keberhasilan organisasi bukan terletak pada lamanya masa jabatan, melainkan seberapa besar waktu yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk memberikan kontribusi kepada desa.
“Yang jelas bagi kami bukan berapa lama kita menjabat, tetapi sisa waktu yang tersisa mudah-mudahan bisa dimanfaatkan oleh Pak Aris dan teman-teman supaya bisa memberikan eksistensi bahwa Karang Taruna di Desa Kramatmulya ini ada,” ujar H. Otong.
876 Pemuda Jadi Potensi Desa
Menurut H. Otong, Karang Taruna memiliki modal besar untuk mengembangkan berbagai program kepemudaan. Pemerintah Desa Kramatmulya mencatat terdapat sekitar 876 pemuda berusia 16 hingga 30 tahun yang tersebar di wilayah desa tersebut.
Jumlah itu, kata dia, merupakan potensi sumber daya manusia yang perlu dipetakan agar dapat dikembangkan sesuai kemampuan dan kebutuhan masing-masing.
“Modal yang utama bukan uang, tapi sumber daya manusia. Uang akan habis manakala sumber daya manusia tidak bermanfaat,” tegasnya.
Karena itu, tugas awal yang diberikan kepada pengurus Karang Taruna adalah melakukan pendataan pemuda sekaligus membangun database kepemudaan.
Data tersebut nantinya diharapkan memuat informasi mengenai tempat tinggal, pendidikan, pekerjaan, keterampilan, potensi hingga berbagai kendala yang dihadapi pemuda.
Dengan adanya data yang lebih terarah, program kerja Karang Taruna diharapkan tidak dibuat berdasarkan perkiraan, tetapi disusun berdasarkan kondisi dan potensi pemuda di setiap wilayah.
“Ini tugas pertama, itu modal awal,” katanya.
Pengurus Diminta Pahami Tugas Masing-Masing
Selain melakukan pendataan, H. Otong meminta Ketua Karang Taruna segera mengumpulkan seluruh pengurus untuk membahas tugas dan tanggung jawab masing-masing.
Menurutnya, pembagian tugas yang jelas diperlukan agar roda organisasi berjalan efektif. Lebih dari itu, proses tersebut menjadi bagian dari pembelajaran bagi pemuda untuk memahami organisasi dan kepemimpinan.
“Silakan kumpulkan para pengurus, sampaikan jobdesk masing-masing. Biar mereka tahu pekerjaan atau tugasnya dari masing-masing. Tidak hanya sebatas asal tunjuk, biar mereka belajar untuk berorganisasi,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan bahwa anggota Karang Taruna merupakan bagian dari generasi yang akan menjadi calon pemimpin di masa mendatang. Pengalaman selama berorganisasi diharapkan dapat menjadi bekal untuk berkontribusi lebih luas.
Pemerintah Desa Kramatmulya, lanjutnya, siap memberikan pendampingan, monitoring dan arahan dalam pelaksanaan program Karang Taruna.
“Desa akan selalu mendampingi, memonitor, mengarahkan. Desa akan menjadi mentor,” ujarnya.
H. Otong juga mendorong agar kegiatan Karang Taruna tidak hanya berkutat pada olahraga. Potensi pemuda, menurutnya, dapat dikembangkan melalui berbagai bidang seperti seni, sosial, lingkungan, kewirausahaan, pendidikan dan kegiatan kemasyarakatan.
Kolaborasi lintas sektor juga dinilai penting. Karang Taruna didorong menjalin komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk BNN untuk edukasi bahaya narkoba, sektor ketenagakerjaan terkait pelatihan dan peluang kerja, serta pihak lain yang dapat mendukung pengembangan usaha dan keterampilan pemuda.
Aris: Pemuda Harus Jadi Pelaku Pembangunan
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Jaya Mulya, Aris Alfarisi, menyebut pengukuhan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial. Baginya, momentum itu menjadi awal tanggung jawab yang harus dijalankan bersama oleh seluruh pengurus.
“Pelantikan ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi merupakan awal dari sebuah tanggung jawab dan amanah yang harus kami jalankan bersama,” kata Aris.
Aris menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin Karang Taruna Jaya Mulya. Ia menilai kepercayaan tersebut merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Ia pun mengajak seluruh pengurus dan anggota membangun organisasi dengan mengedepankan semangat kebersamaan, kekeluargaan, gotong royong dan kepedulian sosial.
Karang Taruna, menurut Aris, harus menjadi ruang bagi pemuda untuk berkembang, berkarya dan berkreasi sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kita ingin pemuda-pemudi tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunan desa, tetapi menjadi pelaku dan bagian penting dari pengembangan itu sendiri,” ujarnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, pengurus akan didorong melahirkan kegiatan positif yang dapat menjadi ruang pengembangan potensi pemuda, mulai dari olahraga, seni, sosial, kewirausahaan, pendidikan hingga berbagai kegiatan kemasyarakatan.
Karang Taruna Diminta Perkuat Kolaborasi
Ketua Karang Taruna Kabupaten Kuningan, Mumuh Muhyidin, S.H., turut memberikan ucapan selamat kepada Aris Alfarisi beserta seluruh jajaran pengurus yang baru dikukuhkan.
Mumuh mengingatkan bahwa Karang Taruna merupakan organisasi sosial kepemudaan yang memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, keberadaan organisasi di tingkat desa harus dapat dirasakan melalui kegiatan dan pengabdian yang nyata.
Ia meminta pengurus Karang Taruna Jaya Mulya membangun komunikasi serta koordinasi yang baik dengan Pemerintah Desa dan berbagai unsur masyarakat.
“Karang Taruna adalah organisasi mitra kerja dengan Pemdes, BPD dan lain sebagainya yang ada di desa,” ujarnya.
Menurut Mumuh, hubungan yang baik antara Karang Taruna dan Pemerintah Desa akan membuka ruang kolaborasi untuk menjawab berbagai persoalan sekaligus mengembangkan potensi yang dimiliki masyarakat.
Karang Taruna juga didorong mengambil peran dalam membantu warga yang membutuhkan, termasuk menghubungkan masyarakat dengan layanan sosial, kesehatan maupun bantuan hukum sesuai kebutuhan.
“Posisikan kita sebagai organisasi sosial. Kita, bekerjalah untuk sosial,” pesannya.
Dengan dikukuhkannya kepengurusan baru tersebut, Karang Taruna Jaya Mulya diharapkan tidak berhenti pada pembentukan struktur organisasi. Tantangan berikutnya adalah menerjemahkan kepengurusan tersebut ke dalam program yang mampu menggerakkan pemuda sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Kramatmulya.














