Desa Kertayasa Gebrak Digitalisasi Lewat Social Mapping, Data Warga Kini Lebih Akurat

KUNINGANSATU.COM, – Pemerintah Desa Kertayasa terus mendorong transformasi digital di tingkat desa dengan menghadirkan inovasi terbaru berupa sistem Social Mapping Desa Kertayasa. Program ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis data sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik yang lebih modern dan efisien.

Peluncuran sistem ini menandai komitmen desa dalam menghadirkan basis data sosial yang terintegrasi, akurat, dan dapat diperbarui secara berkala. Dengan pendekatan digital, pemerintah desa kini memiliki alat yang lebih presisi untuk memahami kondisi masyarakat secara menyeluruh.

Kepala Desa Kertayasa, Arief Amarudin, menjelaskan bahwa inovasi ini merupakan hasil kolaborasi strategis bersama civitas akademika UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Sinergi tersebut dinilai mampu menggabungkan kekuatan akademik dengan kebutuhan riil di lapangan, sehingga menghasilkan sistem yang aplikatif dan tepat guna.

“Melalui Social Mapping, data setiap kepala keluarga dapat diakses secara digital dan terhubung langsung dengan peta berbasis Google Maps. Ini memudahkan kami dalam membaca kondisi sosial masyarakat secara detail,” ujarnya.

Dalam sistem ini, berbagai indikator sosial dihimpun secara komprehensif, mulai dari tingkat ekonomi, pendidikan, jenis pekerjaan, hingga status kesejahteraan warga. Seluruh data kemudian divisualisasikan dalam bentuk peta interaktif, sehingga memudahkan analisis serta perencanaan program pembangunan desa.

Arief menegaskan, kehadiran teknologi ini mengubah cara kerja pemerintah desa menjadi lebih terukur dan berbasis fakta. Setiap kebijakan yang diambil kini dapat disusun berdasarkan data valid, bukan sekadar perkiraan.

Tak hanya itu, sistem Social Mapping juga memberikan dampak langsung terhadap efektivitas program sosial. Pemerintah desa dapat dengan cepat mengidentifikasi masyarakat yang membutuhkan bantuan, sehingga penyaluran program menjadi lebih tepat sasaran dan responsif.

Dari sisi akademik, keterlibatan UIN Sunan Gunung Djati Bandung menjadi bagian dari implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa dan peneliti turut terlibat dalam proses pengumpulan data, pengembangan sistem, hingga pendampingan teknis bagi perangkat desa.

Dengan inovasi ini, Desa Kertayasa berpotensi menjadi percontohan desa digital di Kabupaten Kuningan. Upaya ini sekaligus membuka peluang terciptanya pembangunan desa yang lebih inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan di era digital.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup