Janji Car Free Night Usai Lebaran Belum Terwujud, Ini Penjelasan Bupati Kuningan

KUNINGANSATU.COM,- Rencana pelaksanaan Car Free Night (CFN) di Jalan Siliwangi, Kabupaten Kuningan, yang sebelumnya digadang-gadang mulai berjalan usai Lebaran 2026 hingga kini belum terealisasi. Memasuki H+37 setelah Idulfitri, program yang disebut akan menjadi penggerak ekonomi malam di pusat kota itu masih dalam tahap kajian.

Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, mengatakan pemerintah daerah masih menunggu hasil pembahasan dan kajian dari dinas terkait sebelum program tersebut diterapkan.

Hal itu disampaikan Bupati Dian saat dikonfirmasi wartawan seusai menghadiri acara Pelantikan DPD PUI Kabupaten Kuningan di Jalan Veteran, Kamis (30/4/2026).

“Masih dikaji. Saya belum dapat progres lebih lanjut dari Pak Asisten,” ujar Dian.

Saat ditanya mengenai target waktu pelaksanaan, Dian mengaku sebelumnya sempat merancang uji coba dilakukan pada awal Mei 2026. Namun, hingga kini Pemkab masih mempertimbangkan berbagai dampak yang mungkin muncul di lapangan.

“Kalau saya kemarin sih rancangnya awal Mei, tapi nggak tahu nih karena kita juga lagi mengukur melihat dampaknya. Saya kira kan di Langlangbuana supaya sudah kondusif, di sini sudah kondusif, kita lihat apa plus-minusnya. Saya masih menunggu kajian dari Asisten Perekonomian dan dinas terkait,” katanya.

Sebelumnya, Bupati Dian pernah menyampaikan rencana uji coba Car Free Night akan dilakukan setelah perayaan Idulfitri 2026. Pernyataan itu disampaikan seusai menghadiri kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Desa Susukan, Selasa (3/3/2026).

Kala itu, Dian menyebut CFN akan dipusatkan di kawasan pertokoan Jalan Siliwangi sebagai upaya mendongkrak perekonomian masyarakat sekaligus menghadirkan ruang publik baru pada malam akhir pekan.

“Tapi nanti setelah Lebaran kita akan coba uji coba Car Free Night di Jalan Siliwangi, di pertokoan itu, untuk mendongkrak perekonomian dan meramaikan juga,” ujar Dian saat itu.

Rencana tersebut sempat mendapat respons positif dari pelaku usaha dan masyarakat, terutama karena dinilai dapat menghidupkan aktivitas ekonomi malam di pusat kota Kuningan. Namun hingga akhir April 2026, pelaksanaan CFN masih belum tampak berjalan.

Pemkab Kuningan sendiri kini disebut tengah menghitung berbagai aspek, mulai dari rekayasa lalu lintas, dampak terhadap aktivitas warga, hingga kesiapan kawasan penunjang sebelum program resmi diuji coba.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup