Bupati Dian Tegaskan Komitmen Jaga Kondusivitas dan Kelestarian Gunung Ciremai
KUNINGANSATU.COM,- Bupati Dian Rachmat Yanuar menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kuningan dalam menjaga kondusivitas masyarakat sekaligus kelestarian lingkungan, menyikapi aspirasi Kelompok Tani Hutan (KTH) yang telah berproses selama hampir lima tahun terkait kerja sama pengelolaan kawasan hutan.
Hal itu disampaikan Bupati Dian saat diwawancarai awak media seusai menghadiri kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kasturi, Rabu (25/2/2026).
Menurut Dian, pemerintah daerah tidak tinggal diam menghadapi persoalan tersebut. Aspirasi KTH dan para aktivis lingkungan telah ditampung dan disampaikan kepada pihak yang berwenang, khususnya pengelola Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC).
“Yang pasti, KTH itu masyarakat kami. Aktivis juga masyarakat kami. Tugas kami menampung keluhan dan aspirasi mereka, lalu menyampaikannya kepada pihak yang berwenang. Saya minta ada ketegasan dari TNGC agar tidak muncul kekhawatiran yang berujung pada friksi atau konflik horizontal di masyarakat,” ujar Bupati.
Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak membenarkan segala bentuk tindakan anarkis maupun persekusi. Dian juga meminta semua pihak, termasuk aktivis lingkungan, untuk tetap menjaga situasi tetap kondusif.
“Kami sudah sampaikan, tindakan anarkis tidak dibenarkan dan saya tidak ingin itu terulang. Pemerintah daerah posisinya di luar kewenangan pengambilan keputusan terkait kawasan TNGC. Namun kami terus berupaya, termasuk sudah menghadap Menteri dan Dirjen, menyurati pemerintah pusat, hingga berdiskusi dengan penasihat utama Menteri,” katanya.
Bupati mengaku khawatir jika persoalan ini terus berlarut-larut tanpa kepastian, potensi gejolak di tengah masyarakat bisa meningkat. Karena itu, Pemkab Kuningan bersama Forkopimda terus berupaya menjaga stabilitas daerah.
Terkait tindak lanjut, Bupati menyatakan dalam waktu dekat akan kembali mengundang pihak TNGC untuk melakukan pertemuan.
“Kalau tidak hari ini, besok saya akan undang kembali TNGC. Opini publik ini sudah terbelah, ada yang mendukung, ada yang menolak, dan ada juga yang di tengah-tengah. Kami hanya memastikan semua aspirasi didengar,” ucapnya.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Kuningan tetap berpegang pada prinsip pembangunan berkelanjutan dan kaidah konservasi.
“Gunung Ciremai harus kita jaga dan rawat. Ini sumber kehidupan kita sejak puluhan bahkan ratusan tahun lalu. Komitmen saya jelas, semua berjalan kondusif dan lingkungan tetap terjaga,” pungkasnya.
















