Buntut Polusi Kandang Ayam, Warga Winduherang Bakal Mengadu ke Bupati!

KUNINGANSATU.COM – Persoalan polusi udara menghantui warga Kelurahan Winduherang. Bau menyengat yang diduga berasal dari limbah kotoran ayam petelur kini tak lagi sekadar gangguan biasa, melainkan telah merampas kenyamanan hidup masyarakat, terutama pada waktu pagi hari saat aktivitas baru dimulai.


Keluhan warga kian menguat seiring intensitas bau yang dirasakan semakin tajam. Kondisi ini tidak hanya memicu kekhawatiran terhadap kesehatan, tetapi juga mulai menimbulkan pertanyaan serius terkait aspek perizinan dan kepatuhan lingkungan dari aktivitas peternakan yang beroperasi di kawasan tersebut.


Salah seorang warga Kelurahan Winduherang, MM (45), mengungkapkan kondisi tersebut sudah tidak sehat lagi. Ia menyebut, udara pagi yang seharusnya segar kini berganti dengan aroma tak sedap yang menyengat.


“Polusi udara di Kelurahan Winduherang sudah tidak sehat lagi. Setiap pagi saat membuka pintu, bukan udara segar yang kami rasakan, tapi bau menyengat dari kotoran hewan ayam yang berasal dari peternakan di bagian hulu atau atas kelurahan,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).


Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya, NN (30). Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak bermaksud melarang keberadaan usaha peternakan ayam. Namun, warga berharap ada upaya nyata dalam pengelolaan limbah agar tidak menimbulkan dampak lingkungan.


“Kami tidak melarang adanya peternakan ayam di Winduherang. Kami hanya meminta pemilik atau pengelola melakukan langkah pengelolaan kotoran hewan agar tidak menyebabkan polusi udara ke lingkungan warga,” katanya.


Desakan warga ini membuka ruang evaluasi terhadap legalitas operasional peternakan, khususnya terkait kewajiban dokumen lingkungan seperti UKL-UPL atau AMDAL, serta izin usaha yang mensyaratkan pengelolaan limbah secara bertanggung jawab. Jika pengelolaan limbah tidak berjalan optimal, maka hal tersebut berpotensi menjadi indikasi adanya pelanggaran terhadap komitmen perizinan yang telah diberikan.


Ia juga berharap Pemerintah Kelurahan Winduherang dapat segera turun tangan, mengingat lurah yang baru menjabat diharapkan mampu menghadirkan solusi konkret bagi semua pihak.


“Saya berharap ini menjadi perhatian pemerintah kelurahan. Apalagi Pak Lurah baru menjabat beberapa bulan. Semoga ada solusi nyata, agar warga tidak terganggu dan pengusaha juga tetap nyaman menjalankan usahanya. Kalau memang masih berlarut-larut kita bakal bawa permasalahan ini langsung ke Pak Bupati,” tambahnya.


Merespons keluhan tersebut, Lurah Winduherang, Eman Sulaeman, memastikan pihaknya tidak akan tinggal diam. Ia menyatakan akan segera membuka ruang dialog antara warga terdampak dan para pengusaha peternakan guna mencari titik temu yang adil, sekaligus menelusuri kepatuhan administratif para pelaku usaha.


“Kami akan segera melakukan koordinasi dengan para pengusaha peternakan ayam. Selain itu, kami juga akan bertemu dengan warga yang terdampak polusi bau tersebut,” jelasnya.


Ia menegaskan, pihak kelurahan akan segera memanggil para pengusaha guna mencari solusi bersama.


“Nanti kami dari kelurahan akan panggil pihak pengusaha. Semoga ada tindakan yang jelas dan solusi terbaik bagi semua pihak,” tegasnya.

Di sisi lain, pihak pengusaha peternakan menyebut kondisi tersebut tidak sepenuhnya terjadi sepanjang waktu. Salah satu pengusaha, H. Nawi, mengaitkan munculnya bau dengan faktor cuaca, khususnya saat musim hujan yang menyebabkan kondisi lingkungan menjadi lebih lembab.


“Biasanya itu terjadi karena sedang musim hujan dan lembab. Kalau sudah musim kemarau biasanya tidak akan bau,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan, persoalan serupa pernah dimusyawarahkan sebelumnya bersama masyarakat dan pihak kelurahan.


“Dulu juga pernah musyawarah di kelurahan, zaman Ketua LPM almarhum H. Dodoy. Bahkan sampai dua kali dilakukan musyawarah,” ungkapnya.


Menurutnya, terdapat sekitar 11 pengusaha peternakan ayam di kawasan tersebut. Ia pun berjanji akan mengajak para pengusaha untuk lebih menjaga kebersihan dan pengelolaan limbah.


“Yang punya kandang di sana ada sekitar 11 pengusaha. Nanti akan saya ajak bersama-sama menjaga kebersihannya,” pungkasnya.***

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup